Hukum Jual Beli Kucing

      Bagaimanakah hukum dari jual beli kucing, karena sekarang ini semakin marak masyarakat yang melakukan transaksi perdagangan hewan kucing, bahkan banyak pasar yang khusus menjual macam-macam kucing?
     Diperbolehkan menjual hewan yang bisa diambil manfaatya, seperti digunakan untuk berburu, diambil kulitnya atau madunya, disamping hewan tersebut ada dan dapat disaksikan oleh pembeli yakni hadir pada tempatnya juga harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:
1.      Hewan yang dijual dalam keadaan suci.
2.      Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan yang dimaksudkan.
3.      Dapat diserahkan pada pihak pembeli.
     Hal ini diterangkan dalam kitab IhyaUlum ad-Din, juz 2, hal. 67 penerbit al-Hidayah dan hal. 62 terbitan Dar al-Kutub Beirut, serta kitab Raudhah at-Thalibin, hal. 505:
وَيَجُوْزُ بَيْعُ الْهِرَّةِ وَالنَّحِلِ وَبَيْعُ اْلفَهْدِ وَاْلأَسَدِ وَمَايَصْلُحُ لِصَيِّدِ اَوْيَنْتَفِعُ بِـجِلْدِهِ
Diperbolehkan menjual kucing, lebah, harimau dan hewan yang dapat digunakan untuk berburu atau diambil kemanfaatannya. (Ihya’ Ulum ad-Din, juz 2, hal. 67)
وَمِمَّا يَنْتـَفِعُ بِهِ اَلْقِرْدُ وَاْلفِيْلُ وَاْلهِرَّةُ وَدُوْدُ اْلقُزِّ وَبَيْعُ النَّحِلِ فِي اْلكَوَارَةِ صَحِيْحٌ إِنْ شَاهِدَ جَمِيْعُهُ وَإِلاَّ فَهُوَ مِنْ بَيْعِ اْلغَائِبِ
Diantara hewan yang dapat diambil manfaatnya antara lain, kera, kucing, ulat sutra, dan menjual lebah yang masih dalam sarangnya hukumnya shahih apabila dapat di lihat semuanya (barang yang dijual dapat disaksikan), apabila tidak maka termasuk kategori jual beli barang ghaib. (Raudhah at-Thalibin, hal. 505)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hukum Jual Beli Kucing"

Posting Komentar