![]() |
| Sumber Meta AI |
ูุงุนุฏุฉ (ูฃ)
ุชَุตَُُّูู ُِّูู ุฃَุญَุฏٍ ุตِุฏُْู ุชََูุฌُِِّูู
Tasawuf bagi setiap orang adalah Shidq al-Tawajjuh
ุงَูุฅِุฎْุชَِูุงُู ِูู ุงْูุญََِูููุฉِ ุงَْููุงุญِุฏَุฉِ، ุฅِْู َูุซُุฑَ، ุฏََّู ุนََูู ุจُุนْุฏِ ุฅِุฏْุฑَุงِู ุฌُู َْูุชَِูุง ุซُู َّ َُูู ุฅِْู ุฑَุฌَุนَ ِูุฃَุตٍْู َูุงุญِุฏٍ، َูุชَุถَู َُّู ุฌُู َْูุฉَ ู َุง َِْููู َِْูููุง َูุงَูุชِ ุงْูุนِุจَุงุฑَุฉُ ุนَُْูู ุจِุญَุณَุจِ ู َุง ُِููู َ ู ُِْูู، َูุฌُู َْูุฉُ ุงْูุฃََْููุงِู َูุงِูุนَุฉٌ ุนََูู ุชََูุงุตِِِْููู. َูุงุนْุชِุจَุงุฑُ ُِّูู َูุงุญِุฏٍ َُูู ุนََูู ุญَุณَุจِ ู ِุซَุงُُูู ู ُِْูู ุนِْูู ًุง، ุฃَْู ุนَู ًَูุง، ุฃَْู ุญَุงًูุง، ุฃَْู ุฐًَْููุง، ุฃَْู ุบَْูุฑَ ุฐََِูู.
َูุงِูุฅุฎْุชَِูุงُู ِูู ุงูุชَّุตَُِّูู ู ِْู ุฐََِูู، َูู ِْู ุซَู َّ ุฃَْูุญََู ุงْูุญَุงِูุธُ ุฃَุจُู ُูุนَْูู ٍ ุฑَุญِู َُู ุงَُّููู ุจِุบَุงِูุจِ ุฃَِْูู ุญَِْููุชِِู ุนِْูุฏَ ุชَุญَِْููุชِِู َُّูู ุดَุฎْุตٍ، َْูููุงً ู ِْู ุฃََْููุงِِููู ْ َُููุงุณِุจُ ุญَุงَُูู َูุงุฆِูุงً : ََِูููู ุฅَِّู ุงูุชَّุตََُّูู َูุฐَุง.
َูุฃَุดْุนُุฑُ ุฃََّู [ ู َْู ] َُูู َูุตِูุจٌ ู ِْู ุตِุฏِْู ุงูุชََّูุฌُِّู، َُูู َูุตِูุจٌ ู َِู ุงูุชَّุตَُِّูู، َูุฃََّู ุชَุตََُّูู ُِّูู ุฃَุญَุฏٍ ุตِุฏُْู ุชََูุฌُِِّูู َูุงَْููู ْ.
Perbedaan dalam kebenaran yang satu, jika banyak, menunjukkan jauhnya pemahaman akan keseluruhan hakikatnya. Namun, jika semua itu kembali kepada satu asal, maka itu mencakup semua apa yang telah dikatakan tentangnya, yang diungkapkan sesuai dengan pemahaman masing-masing. Dan keseluruhan ucapan terletak pada rincian kebenaran itu. Setiap orang memperolehnya berdasarkan contoh yang ada padanya, baik dalam ilmu, amal, keadaan, rasa, atau yang lainnya.
Perbedaan dalam tasawuf itu dikarenakan hal demikian. Oleh karena itu, Al Hafidz Imam Abu Nu'aim Rh. melampirkan sebuah pendapat dari pendapatnya orang- orang yang disebutkan dalam kitab Hilyahnya ketika menjelaskan setiap orang, sebuah ucapan dari ucapan mereka yang sesuai dengan keadaannya. Ia berkata: Dan ada yang mengatakan bahwa tasawuf adalah demikian.
Maka saya merasakan bahwa siapa pun yang memiliki bagian dari ketulusan dalam menghadap Allah SWT, dia juga memiliki bagian dalam tasawuf. Dan tasawuf setiap orang adalah Shidq al-tawajuh. Oleh karena itu Pahamilah!
ุดุฑุญ ุนูุฏ ุงูุฃุณุชุงุฐ ุงูุดูุฎ ู ุญู ุฏ ุฅุฏุฑูุณ ุทูุจ:
Penjelasan dari Syekh Muhammad Idris Toyyib:
ุฅู ุงูุงุฎุชูุงู ูู ุชุนุฑูู ุงูุชุตูู ุฃูุจุฑ ุฏููู ุนูู ุนุฏู ุฅุฏุฑุงู ุญุฏู ูุฑุณู ู، ูุงูุนุฌุฒ ุนู ุฅุฏุฑุงู ู ุงููุชู، ูุชูุณูุฑ ุญูููุชู؛ ููู ู ุง ููู ุนูู ุฅูู ุง ูู ุชุนุจูุฑ ุนู ุงูุญุงูุฉ ุงูุชู ูู ุฑ ุจูุง ุงูุตููู؛ ููู ุชุนุจูุฑ ุนู ุญุงูุชู ูุง ุชูุณูุฑ ูู ุงููุฉ ุงูุชุตูู.
Perbedaan dalam mendefinisikan tasawuf adalah bukti terbesar dari ketidakmampuan untuk memahami batasan dan bentuknya, serta ketidakmampuan untuk menangkap penafsiran hakikatnya. Segala yang dikatakan tentang tasawuf hanyalah ungkapan dari keadaan yang dialami oleh seorang sufi; ia adalah cerminan dari kondisi tersebut, bukan penjelasan tentang hakikat tasawuf.
ุฐูู ุฃู ูุธุฑ ุงูุตููู ูู ูุฌูู ุงููู ุงู ูุงูููุต، ุนู ูุง ูุฃุณุจุงุจุง ู ุชูุงูุชุฉ؛ ููุฐูู ุงุฎุชููุช ุทุฑู ุฃููู ุจู ุง ูุฑุฌุน ุฅูู ุงูุฃุตููู ุงูู ุฐููุฑูู ูู ุงูุญุฏูุซ(ูก)؛ ุฅุฐ ุนู ู ููู ุนูู ุชุญููู "ูุฃูู ุชุฑุงู" ู ุซู ุงูุดุงุฐููุฉ، ูู ู ูุญุง ูุญููู ، ูุนู ู ููู ุนูู ุชุญููู "ุฅูู ูุฑุงู"، ูุนููู ู ุฏุงุฑ ููุงู ุงูุบุฒุงูู، ูู ู ุญุงู ุญููู؛ ูููู ูุตูุจ ู ู ุง ูุตุงุญุจู. ููู ุงููุธุฑ ุงูุฃูู ุชุจุน ุนูุฏ ุงูุซุงูู، ูุงููุธุฑ ุงูุซุงูู ุชุจุน ุนูุฏ ุงูุฃูู. ุฅุฐ ูุง ูุตุญ ุฃู ูุชุญูู ุจู"ูุฃูู ูุฑุงู"، ู ุน ุฌูุงุฒ ุฃูู ูุง ุชุฑุงู؛ ููุฐูู ุงูุนูุณ؛ ูุงุฎุชูุงู ุงูุทุฑู ุจุงุฎุชูุงู ุงูุจุณุงุท؛ ูุฅูุง ูุงูุญู ูุงุญุฏ؛ ูุฅู ุชุนุฏุฏุช ุทุฑูู؛ ูุงููู .
(1) ุญุฏูุซ ุงูุงุณูุงู ูุงูุงูู ุงู ูุงูุงุญุณุงู.
Hal ini disebabkan oleh pandangan sufi terhadap aspek-aspek kesempurnaan dan kekurangan, baik dalam amal maupun sebab-sebab yang berbeda. Oleh karena itu, jalan-jalan mereka berbeda berdasarkan dua dasar yang disebutkan dalam hadis. Sebagian orang berusaha menghayati “seolah-olah engkau melihat-Nya”, seperti al-Syadhili dan pengikutnya, sementara yang lain berusaha menghayati “sesungguhnya Dia melihatmu”, yang menjadi inti pembicaraan al-Ghazali dan para pengikutnya. Masing-masing memiliki bagian dari apa yang dimiliki oleh pemeluknya. Namun, pandangan pertama terikat pada yang kedua, dan pandangan kedua terikat pada yang pertama. Tidak mungkin untuk mewujudkan “seolah-olah engkau melihat-Nya” jika ada kemungkinan bahwa engkau tidak melihat-Nya; begitupun sebaliknya. Adapun perbedaan cara itu yaitu meninjau dengan perbedaannya yang luas, dan ketika tidak maka yang benar itu satu walaupun jalannya banyak. Pahamilah!
ุฅู ู ุนุฑูุฉ ูุชุฐูู ุงูุชุตูู ุชุฎุชูู ุจุงุฎุชูุงู ุซูุงูุฉ ุงูุตููู، ูู ุฑุงุญู ุณูููู ูุฃุญูุงูู، ูู ูุงู ู؛ ูุฐุง ุงุฎุชูู ูู ุฅุฏุฑุงู ุญูููุชู - ุญุณุจ ุงูู ุฑุญูุฉ ุงูุชู ูุทุนูุง ุงูุณุงูู ุจุญุซุง ุนู ุงูุญูููุฉ: ุจุฏุงูุฉ، ุฃู ุชูุณุทุง، ุฃู ุงูุชูุงุก.
Sesungguhnya pengetahuan dan pengalaman tentang tasawuf berbeda-beda tergantung pada budaya sufi, tahap perjalanan, keadaan, dan kedudukan spiritualnya. Oleh karena itu, pemahaman tentang hakikat tasawuf juga bervariasi, sesuai dengan tahap yang telah dilalui oleh seorang salik dalam pencarian hakikat: di awal, tengah, atau akhir perjalanan.
"ููุฐูู ุงุฏุนุงู ูู ุฃุญุฏ ุจู ุง ูู ููู، ูุนุจุฑ ุนูู ูู ุฃุญุฏ ุจู ุง ุงูุชูู ุฅููู ุนูู ูุฏุฑ ุงููุตุฏ ูุงูููุถ ูุงููู ุฉ، ูุงุนุชุจุฑ ุฐูู ุฃุฆู ุชู ุญุชู ุฅู ุฃุจุง ูุนูู ูู ุญููุชู ุบุงูุจุง ูุง ูุชุฑุฌู ูุฑุฌู ุฅูุง ุฃุชุจุน ุฐูู ุจููู ู ู ุฃููุงููู ููุงุณุจ ุญุงู ุฐูู ุงูุดุฎุต، ููุงู: ุฅู ุงูุชุตูู ูุฐุง؛ ูุฃุดุนุฑ ุฃู ุงูุชุตูู ูู ุฃุญุฏ ุตุฏู ุชูุฌูู، ูุฃู ู ู ูู ูุณุท ู ู ุตุฏู ุงูุชูุฌู ูู ูุณุท ู ู ุงูุชุตูู ุนูู ูุฏุฑ ุญุงูู"
“Oleh karena itu, setiap orang mengklaim tasawuf sesuai dengan keadaan mereka masing-masing, dan masing-masing mengekspresikannya berdasarkan pencapaian mereka, sesuai dengan niat, limpahan, dan semangat mereka. Para imam pun mempertimbangkan hal ini, sehingga Abu Nu'aim dalam karya Hilyah-nya sering kali tidak menceritakan tentang seseorang kecuali diikuti dengan ucapan yang sesuai dengan keadaan orang tersebut. Ia berkata: 'Tasawuf adalah demikian.' Maka saya merasakan bahwa tasawuf adalah milik setiap orang yang memiliki ketulusan dalam menghadapnya (shidq al-tawajuh), dan siapa pun yang memiliki bagian dari ketulusan tersebut, ia juga memiliki bagian dalam tasawuf sesuai dengan keadaannya.”
ููู ุดุฃู ุฐูู ููู:
"ุงูุชุตูู ุฃุฎูุงู ูุฑูู ุฉ، ุธูุฑุช ุนูู ุฑุฌู ูุฑูู ". (ุชุนุฑูู ููู ุจุชุฏุฆูู)
"ุงูุชุตูู ุบูู ุนู ุงูุฎูู ูููุฑ ููุฎุงูู". (ุชุนุฑูู ููู ุชูุณุทูู.)
ุงูุชุตูู ูู: "ุฃู ูู ูุชู ุงูุญู ุนูุฏู ููุญููู ุจู". (ุงูุฌููุฏ ูู ููุงูุฉ ุชุฌุฑุจุชู ุงูุฑูุญูุฉ).
Dalam hal ini dikatakan:
“Tasawuf adalah akhlak mulia yang muncul pada diri seseorang yang mulia”. (Definisi untuk pemula)
“Tasawuf adalah tidak butuh pada makhluk dan selalu butuh kepada Allah SWT”. (Definisi untuk tingkat menengah).
“Tasawuf adalah: Allah SWT mematikanmu disisimu dan menghidupkanmu dengan-Nya”. (al-Junaid di akhir pengalaman spiritualnya).
ุนู ูู ุง ููุฏ ุนุฑู ุงูุชุตูู ู ู ุทุฑู ุฃูุทุงุจู ุงูุฃูุงุฆู ุจุชุนุงุฑูู ุนุฏูุฏุฉ:
ููู ุนูุฏ ุงููุดูุฑู: "ู ุฑุงูุจุฉ ุงูุฃุญูุงู ููุฒูู ุงูุขุฏุงุจ".
ููู ุนูุฏ ุงูุฌููุฏ - ุณูุฏ ุงูุทุงุฆูุฉ ุงูุตูููุฉ -: "ุฐูุฑ ู ุน ุฅุฌู ุงุน، ููุฌุฏ ู ุน ุงุณุชู ุงุน، ูุนู ู ู ุน ุงุชุจุงุน".
Secara umum, tasawuf telah didefinisikan oleh para tokoh terdahulu dengan berbagai definisi:
Menurut al-Qushayri, tasawuf adalah: “Pengawasan terhadap keadaan dan penegakan adab”.
Tsawuf menurut Imam al-Junaid (pemimpin kaum sufi) tasawuf adalah: “Dzikir dengan ijma’2, wajd3 dengan istima’4, dan beramal dengan ittiba’5”.
(2) Ijma’ mengacu pada kesatuan dalam praktik dan ajaran, yang sangat penting dalam menggabungkan ajaran tasawuf.
(3) Wajd berarti "dan menemukan" atau " merasakan" ini merupakan sesuatu yang didapat melalui hati dan dipantulkan melalui sikap lahir tanpa paksaan atau dibuat-buat.
(4) Istima’ berarti "mendengarkan". yang merujuk pada mendengarkan ajaran, nasihat, atau bahkan suara hati dan petunjuk dari Allah SWT.
(5) Ittiba’ berarti "mengikuti" atau "taat". Ini merujuk pada mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw dan para guru sufi, serta menjalankan syariat Islam.
ุจู ูู "ุชุตููุฉ ุงูููุจ ุนู ู ูุงููุฉ ุงูุจุฑูุฉ، ูู ูุงุฑูุฉ ุงูุฃุฎูุงู ุงูุทุจูุนูุฉ، ูุฅุฎู ุงุฏ ุตูุงุช ุงูุจุดุฑูุฉ، ูู ุฌุงูุจุฉ ุงูุฏูุงุนู ุงูููุณุงููุฉ، ูู ูุงุฒูุฉ ุงูุตูุงุช ุงูุฑูุญุงููุฉ، ูุงูุชุนูู ุจุงูุนููู ุงูุญููููุฉ، ูุงุณุชุนู ุงู ู ุง ูู ุฃููู ุนูู ุงูุฃุจุฏูุฉ، ูุงููุตุญ ูุฌู ูุน ุงูุฃู ุฉ، ูุงูููุงุก ّููู ุนูู ุงูุญูููุฉ، ูุงุชุจุงุน ุงูุฑุณูู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูู ุงูุดุฑูุนุฉ".
“Tasawuf adalah Penyucian hati dari kesesuaian dengan sifat-sifat makhluk, melepaskan diri dari akhlak alami, memadamkan sifat-sifat kemanusiaan, menjauhi dorongan-dorongan nafsu, menurunkan sifat-sifat ruhaniyyah, berta’alluq6 dengan ilmu-ilmu hakikat, dan menggunakan apa yang lebih utama untuk keabadian, memberikan nasihat kepada seluruh umat, memenuhi janji kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya, dan mengikuti Rasulullah Saw dalam syariat”.
(6) Ta’alluq artinya keterikatan yang berarti mempelajari atau memahami ilmu-ilmu yang hakiki, yaitu ilmu yang bekaitan dengan Allah SWT.
ููุงู ุฃุจู ุนูู ุงูุฑูุฐุจุงุฑู - ููุฏ ุณุฆู ุนู ุงูุตููู -: "ุงูุตููู ู ู ูุจุณ ุงูุตูู ุนูู ุงูุตูุงุก، ูุฃุทุนู ุงูููู ุฐูู ุงูุฌูุงุก، ููุงูุช ุงูุฏููุง ู ูู ุนูู ุงูููุง ูุณูู ู ููุงุฌ ุงูู ุตุทูู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ".
Abu Ali al-Rudzbari berkata - ketika ditanya tentang sufi -: "Sufi adalah orang yang mengenakan pakaian wol dengan ketulusan, memberi makanan kepada hawa nafsunya dengan rasa ketidakpedulian, dan menjadikan dunia di belakangnya, serta mengikuti jalan Rasulullah Saw."
ููุงู ุณูู ุงูุชุณุชุฑู: "ุงูุตููู ู ู ุตูุง ุนู ุงููุฏุฑ، ูุงู ุชูุฃ ู ู ุงูููุฑ، ูุงููุทุน ุฅูู ุงููู ู ู ุงูุจุดุฑ، ูุงุณุชูู ุนูุฏู ุงูุฐูุจ ูุงูู ุถุฑ".
Sahl al-Tustari berkata: "Sufi adalah orang yang bersih dari kotoran jiwa, dipenuhi dengan pemikiran yang mendalam, terputus dari ikatan makhluk, dan di hadapannya, emas dan kerikil memiliki nilai yang sama."
ููู ุนูุฏ ุงุจู ุฎูุฏูู "ุฑุนุงูุฉ ุญุณู ุงูุฃุฏุจ ู ุน ุงููู ูู ุงูุฃุนู ุงู ุงูุจุงุทูุฉ ูุงูุธุงูุฑุฉ ุจุงููููู ุนูู ุญุฏูุฏู".
Menurut Ibn Khaldun, Tasawuf adalah "Memelihara adab yang baik dengan Allah SWT dalam amal batin dan lahir, serta berpegang pada batas-batas-Nya."
ููู ุนูุฏ ุงูุดุงุฐูู: "ุงูุชุตูู ุชุฏุฑูุจ ุงูููุณ ุนูู ุงูุนุจูุฏูุฉ ูุฑุฏูุง ูุฃุญูุงู ุงูุฑุจูุจูุฉ".
Menurut al-Syadzili, "Tasawuf adalah Pelatihan jiwa untuk beribadah dan mengembalikannya kepada ketentuan Tuhan."
ูุณุฆู ุงูุดูุฎ ุฃุจู ุงูุนุจุงุณ ุงูู ุฑุณู ุฑุถู ุงููู ุนูู ุนู ุงูุตููู ูุญูููุฉ ุงูุตููู، ูู ุง ูู ุงูุตููู؛ ูุฃุฌุงุจ ุฑุถู ุงููู ุนูู:
"ุงูุตููู ู ุฑูุจ ู ู ุญุฑููู؛ ููู ุฃุฑุจุนุฉ: ุงูุตุงุฏ، ูุงููุงู، ูุงููุงุก، ูุงููุงุก. ุฃู ุง ุงูุตุงุฏ ุตุฏูู ูุตุจุฑู، ูุงููุงู ูุฌุฏู ููุฏู، ูููุงุคู، ูุงููุงุก ููุฑู ูููุฏู ูููุงุคู، ูุงููุงุก ููุณุจุชู؛ ูุฅุฐุง ูู ูุช ูุฐู ุงูุฃูุตุงู ูู ุฃุญุฏ ุฃุถูู ุฅูู ุญุถุฑุฉ ู ููุงู ููููู ูู ุงูุตููู ุจูุง ุดู ููุชุฏู ุจู ูุจุฃููุงูู ูุฃูุนุงูู".
Syekh Abu Abbas al-Mursi ditanya tentang sufi, hakikat sufi, serta apa itu sufi. maka beliau menjawab:
"Sufi terdiri dari empat huruf yaitu : ุงูุตุงุฏ (shod), ุงููุงู (wawu), ุงููุงุก (fa’), dan ุงููุงุก (ya’). Adapun Shod melambangkan (shidq) kejujuran dan (Shabr) kesabaran, wawu melambangkan (wajd) kerinduan dan (wudda) cinta, serta (wafa’) kesetiaan, fa’ melambangkan (faqr) kefakiran, (faqd) kehilangan, dan (fana’) lenyap di dalam-Nya, dan ya’ melambangkan hubungannya dengan Allah SWT. Jika semua sifat ini sempurna dalam diri seseorang, maka dia akan disandarkan ke hadirat Allah SWT dan dia menjadi seorang sufi tanpa ragu, yang dapat dicontoh dalam perkataan dan perbuatannya.."
ููุงู ุงูุดูุฎ ุงูู ุบุฑุจู ู ุญู ุฏ ู ูุงุฑุฉ: "ููู ุงุดุชูุงู ุงูุชุตูู ุฃููุงู؛ ุฅุฐ ุญุงุตูู ุงุชุตุงู ุจุงูู ุญุงู ุฏ، ูุชุฑู ููุฃูุตุงู ุงูู ุฐู ูู ุฉ".
Syekh al-Maghribi Muhammad Miyarah berkata: “Dalam pengertian asal kata tasawuf terdapat berbagai pendapat; inti dari tasawuf adalah memiliki sifat-sifat terpuji dan meninggalkan sifat-sifat yang tercela”.
ููุงู ุงูุนูุงู ุฉ ู ุญู ุฏ ุงูุทุงูุจ ุจู ุงูุญุงุฌ ุงูุณูู ู ุงูู ุบุฑุจู:
ุตูุง ู ููู ุงูุตููู ู ู ุนูู ุงูููู ۞ ูู ุง ุดุงุจ ุฐุงู ุงููุฑุฏ ู ู ููุณู ุญูููุธ
ููููููู ุจูุนูููุฏ ุงูุญุจ ุฅุฐ ูููู ููู ููู ۞ ุฅูู ุบูุฑ ู ู ูููู ุงูุชูุงุช ููุง ูุญุธ
ู ุญุช ุขูููููููุฉ ุงูุธููููุงู ุดูู ููุณ ููููุงุฑู ۞ ูููููููุฏ ุฐููุจุช ู ูููู ุงูุฅุดูููุงุฑุฉ ูุงูููุธ
Syekh Muhammmad al-Talib bin al-Hajj al-Salmi al-Maghribi berkata:
ูููุฏ ุฃูุฑุฏ ุงูุชุนุฑููุงุช ุงูุนุฏูุฏุฉ ูุงูู ุฎุชููุฉ ููุชุตูู: ุฃุจู ูุนูู ูู ุงูุญููุฉ، ูุงูุณุฑุงุฌ ูู ุงููู ุน، ูุงูู ูู ูู ููุช ุงููููุจ، ูุงูุณูุฑูุฑุฏู ูู ุนูุงุฑู ุงูู ุนุงุฑู، ูุงูููุงุจุงุฐู ูู ุงูุชุนุฑู.
Sungguh telah disebutkan berbagai definisi tasawuf yang beragam: Abu Nu'aim dalam kitab "al-Hilyah", al-Siraj dalam kitab "al-Luma’ “, al-Makki dalam kitab "Qut al-Qulub", al-Suhrawardi dalam kitab "Awarif al-Ma'arif", dan al-Kalabadzi dalam kitab "al-Ta'aruf" menyebutkan banyak definisi yang berbeda-beda.
ูุจูุงุก ุนููู، ุฃูุญู ุฃุจู ูุนูู ูู ุญููุชู ุนูุฏ ุชุฑุฌู ุชู ููู ูุฑุฏ ู ู ุฃุนูุงู ุงูุตูููุฉ ููุงู ุง ููุงุฆู ุญุงูู ุงูุฐู ุบูุจ ุนููู ุฃู ู ูุงู ู ุงูุฐู ูุตู ุฅููู ูู ู ุฌุงูุฏุชู ููุทุน ุทุฑูู ุงููุตูู ุฅูู ุงููู ุชุนุงูู؛ ูุฅู ูุงูุช ูููุง ุชูุถุจุท ุจุดุฑุท ุตุฏู ุงูุชูุฌู ุฅูู ุงููู، ูุฃู ูููู ุงูุชูุฌู ุจู ุง ูุฑุถู ุงููู ูุง ุจู ุง ูุฑุถู ุดููุงุช ุงูุตููู ุฃู ุงูุณุงูู ูุทุฑูู ุงูุชุตูู؛ ูุณููู ุทุฑูู ุงูุชุตูู ู ููุฏ ุจุดุฑุท ุตุฏู ุงูุชูุฌู، ูุงูู ูุงููุฉ ูุฃุญูุงู ุงูุดุฑูุนุฉ.
Sejalan dengan itu, Abu Nu’aim dalam kitabnya al-Hilyah mengaitkan setiap tokoh sufi dengan penjelasan yang sesuai dengan keadaan atau maqam yang telah dicapainya dalam perjuangan dan perjalanan menuju Allah SWT. Meskipun semua ini terikat pada syarat shidq al- tawajjuh (ketulusan penghambaan) kepada Allah SWT, dan agar tawajjuh (penghambaan) tersebut sesuai dengan apa yang Allah SWT ridhai, bukan untuk memenuhi hawa nafsu seorang sufi atau salik untuk memenuhi jalan tasawuf. Oleh karena itu, menempuh jalan tasawuf harus terikat pada syarat Shidq al- Tawajjuh dan kesesuaian dengan hukum syariat.
ูู ู ุฐูู ูููู:
- "ุงูุชุตูู: ุงูุฌุฏ ูู ุงูุณููู ุฅูู ู ูู ุงูู ููู" - "ุงูุชุตูู: ุงูู ูุงููุฉ ููุญู ูุงูู ูุงุฑูุฉ ููุฎูู" - "ุงูุชุตูู: ุงุจุชุบุงุก ุงููุณููุฉ ุฅูู ู ูุชูู ุงููุถููุฉ" - "ุงูุชุตูู: ุงูุฑุบุจุฉ ุฅูู ุงูู ุญุจูุจ ูู ุฏุฑู ุงูู ุทููุจ" - "ุงูุชุตูู: ุญูุธ ุงูููุงุก ูุชุฑู ุงูุฌูุงุก".....ุฅูุฎ ู ุง ุฐูุฑ.
Di antara pernyataannya adalah:
"Tasawuf: kesungguhan dalam menempuh jalan menuju Allah SWT." "Tasawuf: kesesuaian dengan al- haqq (Allah SWT) dan meninggalkan makhluk." "Tasawuf: mencari jalan menuju puncak keutamaan" "Tasawuf: kerinduan kepada kekasih untuk mencapai yang diinginkan." "Tasawuf: menjaga kesetiaan (wafa’) dan meninggalkan ketidakpedulian (jafa’) dan sebagainya."
ููู ููุณ ุงูุชูุฌู ุงูุฐู ุงุนุชู ุฏู ุงูุจุงุฏุณู ุงูู ุบุฑุจู ูู ู ูุตุฏู. ุญูุซ ุฃููู ูู ุชุฑุฌู ุฉ ุจู ูููุฉ ุนู ุงูุชุตูู ุชูุงุฆู ุญุงู ูู ูุงู ุงูู ุชุฑุฌู ูู؛ ูู ูู ูููู:
* ุงูุชุตูู ุฐูุฑ ูููุฑ * ุงูุชุตูู ุณูุฑ ูุดูุฑ * ุงูุชุตูู ุฎูุถ ูุฑูุน * ุงูุชุตูู ุงุญุชูุงุฑ ูุงูุชูุงุฑ * ุงูุชุตูู ุชุฌู ู ูุชุญู ู * ุงูุชุตูู ุงุญุชุฑุงู ูุงุณุชุดุฑุงู * ุงูุชุตูู ุฎููุฉ ูุฌููุฉ * ุงูุชุตูู ุงูุชุณุงุจ ูุงูุชุณุงุจ * ุงูุชุตูู ุนูู ูุญูู * ุงูุชุตูู ุฅูุงู ุฉ ูุงุณุชูุงู ุฉ * ุงูุชุตูู ุฅู ูุงู ูุฃุฎูุงู * ุงูุชุตูู ุชุฎูู ูุชุญูู * ุงูุชุตูู ุตูุงูุฉ ูุฏูุงูุฉ * ุงูุชุตูู ูุฌูุฏ ู ุฌูุฏ * ุงูุชุตูู ุตู ุช ูุณู ุช * ุงูุชุตูู ุทุจุงุน ูุงูุทุจุงุน * ุงูุชุตูู ู ุฌุงูุฏุฉ ูู ุดุงูุฏุฉ * ุงูุชุตูู ุชุจุญุฑ ูู ุงูุนููู ูุญุณู ุงูุนุจุงุฑุฉ ุนู ูู ู ุนููู * ุงูุชุตูู ุณูุงุญุฉ ูููุงุญุฉ * ุงูุชุตูู ุฃุญูุงู ูุฃููุงู ุงูุชุตูู ุญูุงุก ูุฅุญูุงุก * ุงูุชุตูู ุนุฒู ูุญุฒู * ุงูุชุตูู ู ูุฉ ูู ุญูุฉ * ุงูุชุตูู ุงุตุทุจุงุฑ ูุงุฎุชุจุงุฑ * ุงูุชุตูู ุจูุฌุฉ ูููุฌุฉ ... ุฅูุฎ.
al-Badisi al-Maghribi dalam kitab maqshadnya juga menggunakan pendekatan yang sama. Dia mengakhiri setiap biografi dengan pernyataan tentang tasawuf yang sesuai dengan keadaan dan maqam orang yang dibicarakan; di antaranya adalah pernyataannya:
"Tasawuf adalah dzikir dan fikr (berfikir)”, “Tasawuf adalah sakar7(mabuk) dan syukur”, “Tasawuf adalah khafadl (merendahkan) dan Rofa’ (meninggikan)”, “Tasawuf adalah ihtiqar (penghinaan) dan iftiqar (ketergantungan)”, “Tasawuf adalah tajammal (keindahan) dan tahammal (kesabaran)”, “Tasawuf adalah ihtiraq (pembakaran) dan istisyraq (pengharapan)”, “Tasawuf adalah khalwah (kesunyian) dan jalwah (kehadiran)”, “Tasawuf adalah iktisab (penguasaan) dan intisab (keterikatan)”, “Tasawuf adalah ilmu dan hilmu (kesabaran)”, “Tasawuf adalah iqamah (keteguhan) dan istiqamah (konsistensi)”, “Tasawuf adalah “Tasawuf adalah imlaq (kekosongan spiritual) dan akhlaq (etika spiritual)”, “Tasawuf adalah takhalli (mengosongkan jiwa) dan tahalli (mengisi kembali)”, “Tasawuf adalah shiyanah (menjaga diri) dan diyanah (keyakinan)”, “Tasawuf adalah wujud dan juud8”, “Tasawuf adalah shamt (diam) dan samt (adab yang baik)”, “Tasawuf adalah tiba’ (tabi’at bawaan) dan intiba’ (sifat yang diperoleh)”, “Tasawuf adalah mujahadah (membersihkan jiwa) dan musyahadah (kesaksian)”, “Tasawuf adalah mendalami ilmu dan pandai mengungkapkan setiap pengetahuan”, “Tasawuf adalah siyahah (perjalanan mencari hakikat Allah SWT) dan niyahah (kerinduan kepada Allah SWT)”, “Tasawuf adalah ahwal (keadaan) dan aqwal (perkataan)”, “Tasawuf adalah haya’ (rasa malu) dan ihya’ (menghidupkan)”, “Tasawuf adalah azm (tekad) dan hazm (keteguhan). tasawuf adalah minna (anugerah) dan mihnah (cobaan)”, “Tasawuf adalah ishtibar (keteguhan) dan ikhtibar (ujian)”, “Tasawuf adalah bahjah (kebahagiaan) dan lahjah (bahasa) dan seterusnya."
(7) Sakar yaitu hilangnya rasa manusiawi karena asyik dengan tuhan, dalam keadaan sakar seseorang berada dalam keadaan tidak sadar seperti orang gila.
(8) Juud yaitu sikap mudah mengeluarkan sebagian dari yang dimiliki seseorang.
ูุฐูู ูุฃู ูู ุตููู ุนูุฏ ุชุนุฑููู ููุชุตูู، ุฅูู ุง ูุนุจุฑ ุนู ุดุนูุฑู ุชุฌุงู ุชุฌุฑุจุชู ุงูุตูููุฉ، ูุนู ุญุงูู ูู ูุงู ู ูู ุทุฑูู ุงูุณููู، ูุงูู ุฌุงูุฏุฉ ุงูุฑูุญูุฉ. ุญูุซ: "ุงุฏุนุงู ูู ุฃุญุฏ ุจู ุง ูู ููู، ูุนุจุฑ ุนูู ูู ุฃุญุฏ ุจู ุง ุงูุชูู ุฅููู ุนูู ูุฏุฑ ุงููุตุฏ ูุงูููุถ ูุงููู ุฉ.
Hal ini karena setiap sufi, ketika mendefinisikan tasawuf, sebenarnya mengekspresikan perasaannya terhadap pengalamannya sendiri dalam tasawuf, serta keadaan dan maqamnya di dalam perjalanan spiritual dan mujahadah ruhiyyah9. Sebagaimana dikatakan: "Setiap orang menyebutnya sesuai dengan apa yang ada pada dirinya, dan mengungkapkannya berdasarkan apa yang telah dicapainya, sesuai dengan niat, limpahan, dan semangat.
(9) Mujahadah ruhiyyah merupakan perjuangan batin melawan diri sendiri dalam usahanya memasuki kehidupan yang lebih sempurna sebagai manusia di dalam melawan nafsu, serta tidak berusaha untuk tidak meminta ombalan atas amal ibadahnya.
ูููุฏ ุญุงูู ุงูุดูุฎ ุฃุญู ุฏ ุฒุฑูู - ุจุนุฏ ุนุฑุถู ููุฃููุงู ุงูู ุฎุชููุฉ ุนู ู ูููู ุงูุชุตูู - ุชูุฏูู ุชุนุฑูู ุฏููู ููุชุตูู ุฏุงู ุนูู ุงูู ูุตุฏ ุงูุชุฑุจูู ู ูู ุฃูุง ููู ุงูุฑูุงุถุฉ ูุงูู ุฌุงูุฏุฉ ุงูุฑูุญูุฉ، ูู ุง ูุชุจุนูุง ู ู ุฃุฎูุงู ูุณููู. ุญูุซ ุงุณุชุดูุฏ ุนูู ุฐูู - ูู ุง ูุฑุฏ ูู ู ูุฏู ุฉ ุฅุญุฏู ูุณุฎ ููุงุนุฏ ุงูุชุตูู، ููู ุง ุณูุฃุชู ูู ุงููุงุนุฏุฉ ุงูุณุงุจุนุฉ - ุจููุงู ุฃุจู ุงููุชุญ ุงูุจุณุชู.
ูุจุฐูู ุบูุจ ุงูุฌุงูุจ ุงูุชุฑุจูู ูุงูู ูุงุตุฏู ู ู ุงูุชุตูู؛ "ูุงูุตููู ู ู ุตูุง ุนู ูู ุฎูู ู ุฐู ูู ".
Syekh Ahmad Zarruq—setelah memaparkan berbagai pendapat tentang konsep tasawuf, mencoba memberikan definisi yang tepat mengenai tasawuf yang menunjukkan tujuan pendidikannya, yaitu latihan dan mujahadah ruhiyyah 9, serta akhlak dan perilaku yang mengikutinya. Dia mengutip perkataan Abu al-Fath al-Busti sebagai bukti —sebagaimana terdapat dalam pengantar salah satu versi Kaidah Tasawuf, dan akan dijelaskan dalam kaidah ketujuh.
Dengan demikian, aspek pendidikan dan tujuan tasawuf lebih dominan;”Sufi adalah orang yang bersih dari segala sifat tercela”
ูุงูู ุฑุงุฏ ุฃู ุงูู ุฑุก ุฅุฐุง ุตูุง ููุจู ุตูุช ุฃุฎูุงูู؛ ูุงูุชุตูู ุฃุฎูุงู؛ ูู ู ุฒุงุฏ ุนููู ุจุงูุฃุฎูุงู ุฒุงุฏ ุนููู ูู ุงูุชุตูู، ูุณููู ุงูุทุฑูู، ูู ู ุญุณู ุฎููู ุตูุง ููุจู ููุฃุฎุฐ ุนู ุงูุดุฑูุนุฉ، ูุชููู ุจูุง ูุชููู ุงูุฅูุงุก ุฃู ุงูุฒุฌุงุฌ ุจููู ู ุง ุตุจ ููู، ูุงูุถุงู ุฅููู؛ ููู ุตูุฉ ููู ูุง ุงุณู ูู .
"Maksudnya adalah ketika seseorang membersihkan hatinya, maka akhlaknya akan menjadi baik; sebab tasawuf adalah akhlak. Siapa pun yang lebih baik akhlaknya, maka ia lebih tinggi dalam tasawuf dan dalam perjalanan spiritual. Dan siapa yang baik akhlaknya, hatinya akan bersih untuk menerima ajaran syariat, serta akan berwarna sesuai dengan ajaran tersebut, seperti wadah atau kaca yang menyerap warna dari apa yang dituangkan ke dalamnya. Ini adalah sifat yang ada padanya, bukan sekadar nama."
ุฅูุง ุฃู ุชุนุฑูู ุงูุชุตูู ูุฎุถุน ุบุงูุจุง ูุญุงูุฉ ุงูุตููู ูุชุฌุฑุจุชู ูู ุฌุงูุฏุชู:
ูุจุฐูู ุฏูุช ุงูุนุจุงุฑุงุช ุงูุณุงุจูุฉ: "ุนูู ุดุฑู ุงุณู ุงูุชุตูู ูู ุณู ุงู، ูุฃูุจุฃุช ุนู ุณู ู ุบุงูุชู ูู ุฑู ุงู"، ูุฃุดุนุฑุช "ุฃู ูู ู ู ูู ูุตูุจ ู ู ุตุฏู ุงูุชูุฌู ูู ูุตูุจ ู ู ุงูุชูุฌู؛ ูุฃู ุชุตูู ูู ุฃุญุฏ ุตุฏู ุชูุฌูู، ูุญุณุจ ู ูุงู ู ูู ุงูุณููู "(10).
Namun, definisi tasawuf sering kali tergantung pada keadaan sufi, pengalaman, dan perjuangannya.
- Dengan demikian, ungkapan-ungkapan sebelumnya menunjukkan “kemuliaan nama tasawuf dan maknanya, serta mengisyaratkan tingginya tujuan dan sasaran-nya,” dan menyiratkan bahwa “siapa pun yang memiliki bagian dari Shidq al-tawajjuh, maka ia memiliki bagian dalam tasawuf; dan tasawuf setiap orang Shidq al-tawajjuh , serta sesuai dengan maqamnya dalam perjalanan spiritual”.
(10) ุนุฏุฉ ุงูู ุฑูุฏ ุงูุตุงุฏู
ูุงู ุงุจู ุงูุฌูุงุก ุฑุญู ู ุงููู: "ู ู ุนุงู ู ุงูุญู ุจุงูุญูููุฉ، ูุงูุฎูู ุจุงูุดุฑูุนุฉ؛ ููู ุตููู".
Menurut ibn al-Jala': “Barangsiapa yang beramal dengan Allah SWT berdasarkan hakikat, dan beramal dengan makhluk berdasarkan syariat, maka dia adalah sufi”.
ูุฐุง ูููุฏ ุฃูุฑุฏ ุงูุดูุฎ ุฃุญู ุฏ ุฒุฑูู ูู ุฑุณุงูุชู "ู ุฑุงุชุจ ุฃูู ุงูุฎุตูุตูุฉ(ูกูก)". ุชุนุงุฑูู ุนุฏุฉ ููุชุตูู ุญุณุจ ู ุฑุงุชุจ ุงูุตูููุฉ.
Menurut Syekh Ahmad Zarruq dalam risalahnya "maratib ahlul khususiah " Ada beberapa definisi tasawuf berdasarkan tingkatan para sufi:
(11) ูู ูุง ุจุชุญููููุง ุถู ู ูุชุงุจูุง: ุงูุงููุงุฑ ุงูุณููุฉ ุจุงูู ุฏุฑุณุฉ ุงูุฒุฑูููุฉ.
*ูุงูุชุตูู ุนูุฏ ุงูุชุงุฆุจูู ูู :
ุงูุฃุณู ุนูู ุงูุฐูุจ، ูุงูุชูุฌู ุจุงูุฅุฎูุงุต ูู ุฑุถุงุฉ ุงูุฑุจ.
ุงูุฎุฑูุฌ ู ู ูู ุฎูู ุฏูู، ูุงูุชุฎูู ุจูู ุฎูู ุณูู.
Tasawuf bagi para Taibin (orang-orang yang bertaubat):
- Penyesalan atas dosa dan bertawajjuh (penghambaan) dengan keikhlasan untuk mendapatkan ridha Allah SWT
- Meninggalkan semua akhlak tercela dan berakhlak dengan semua akhlak mulia.
* ูุงูุชุตูู ุนูุฏ ุงูุนุงุจุฏูู ูู :
ุงูุชูุฌู ุจุงูุนุจุงุฏุฉ ูููู ุงูุญุณูู ูุฒูุงุฏุฉ.
ุงุณุชูู ุงู ุงูุขุฏุงุจ ุงูุดุฑุนูุฉ ุธุงูุฑุง ูุจุงุทูุง.
Tasawuf bagi para Abidin (orang yang beribadah):
- Bertawajjuh dengan ibadah untuk mencapai kebaikan dan kelimpahan.
- Menyempurnakan adab syariah baik secara lahiriyah dan batiniyah.
* ูุงูุชุตูู ุนูุฏ ุงูุญุงู ุฏูู ูู :
ุตูุงุก ุงูู ุนุงู ูุฉ، ูุชุญููู ุงูู ูุงุฒูุฉ.
ุตูุงุก ุงูุฃููุงุฑ ุจุฏูุงู ุงูุฃุฐูุงุฑ.
Tasawuf bagi para Hamidun (orang yang bersyukur):
- Kesucian muamalah dan mencapai kedudukan yang tinggi.
- Kejernihan pikiran dengan menjaga dzikir secara terus menerus.
* ูุงูุชุตูู ุนูุฏ ุงูุณุงุฆุญูู ูู :
ุงูุชุฎูู، ูุงูุชุญูู، ูุงูุชุฌูู.
Tasawuf bagi para Saihin (yang menempuh jalan spiritual):
-Takhalli (mengosongkan jiwa), Tahalli (mengisi kembali) dan Tajalli (meresapkan rasa ketuhanan sedalam-dalamnya).
* ูุงูุชุตูู ุนูุฏ ุงูุฑุงูุนูู ูู :
ู ุฎุงููุฉ ุงูููู، ูุฅุณูุงุท ุงูุฏุนูู.
ุงูุชุฐูู، ูุงูุงูุชูุงุฑ، ูุงูุณูููุฉ، ูุงูุงููุณุงุฑ.
Tasawuf bagi para Raki'in (orang yang ruku'):
- Menentang keinginan nafsu, dan menghilangkan klaim diri.
- Merendahkan diri, kemiskinan, serta memiliki ketenangan dan kerendahan hati
* ูุงูุชุตูู ุนูุฏ ุงูุณุงุฌุฏูู ูู :
ุชุฌุฑูุฏู ุนู ุงูููู، ูุซุจูุชู ุจุงูุญู
ุชุฌุฑูุฏ، ูุตูุงุก، ูููุงุก، ูููุงุก.
Tasawuf bagi para Sajidin (orang yang sujud):
- Membebaskan diri anda dari alam semesta dan berpegang teguh pada kebenaran.
- Tajrid12, kesucian, kesetiaan, dan kelenyapan.
(12) Tajrid yaitu menghilangkan dari dalam diri sifat-sifat dan sebab-sebab yang mengikat seseorang terhadap kesenangan dunia, serta menghadapkan seluruh nasibnya dengan tawakkal kepada Allah SWT.
* ูุงูุชุตูู ุนูุฏ ุงูุฃู ุฑูู ุจุงูู ุนุฑูู ูู :
ุฅูุงู ุฉ ุงูุฃู ุฑ ุนูู ู ุดุงูุฏุฉ ุงูุฅุฎูุงุต، ูู ุชุงุจุนุฉ ุงูุณูุฉ.
ุงู ุชุซุงู ุงูุฃูุงู ุฑ، ูุชุฎููุต ุงูุถู ุงุฆุฑ.
ุตุฏู ุงูุฃููุงู، ูุฅุฎูุงุต ุงูุฃุนู ุงู، ูุตูุงุก ุงูุฃุญูุงู ุจุฃูุตุงู ุงููู ุงู.
Tasawuf bagi para Amirin bil Ma'ruf (yang memerintahkan kebaikan):
- Mendirikan perintah dengan menyaksikan secara ikhlas dan mengikuti sunnah.
- Melaksanakan perintah untuk melakukan kesaksian kepada Allah SWT secara ikhlas.
- Kejujuran dalam perkataan, keikhlasan dalam perbuatan, dan kejernihan keadaan dengan sifat sifat kesempurnaan.
* ูุงูุชุตูู ุนูุฏ ุงููุงููู ุนู ุงูู ููุฑ ูู :
ุชุฌุฑูุฏ، ูุชูุญูุฏ، ูุชูุฑูุฏ.
ููุงุคู ุนูู ุจู.
ููู ุงูููุณ ุนู ุงูููู، ูุงูุฎูู ู ู ุงูู ูุงู ุงูุฃุนูู، ูุงูุชุญูู ุจู ูููู ุงูุฃุณู ุงุก.
ุฃุตู ุงูุฅุฎูุงุต، ููููุจ ุงููุตุงุต، ูุงููุญุงู ุจุฃูู ุงูุงุฎุชุตุงุต.
Tasawuf bagi para Nahi an al-Munkar (yang melarang kemungkaran):
- Tajrid, Tauhid (konsep spritual yang mendalam), dan Tafrid (fokus pada perbaikan).
- lenyapnya dirimu di dalam-Nya.
- Dasar keikhlasan, bintang pembalasan, dan bergabung dengan para ahli spiritual
* ูุงูุชุตูู ุนูุฏ ุงูุญุงูุธูู ูุญุฏูุฏ ّููู ูู :
ู ุญุงูุธุฉ ุงูุญุฏูุฏ، ูุชุญููู ุงูุดููุฏ، ูุงูุชุฌููุฑ ุจูุญุฏุฉ ุงููุฌูุฏ.
ุตู ุช ุงูุถู ูุฑ، ูุฐูุงุจ ุงูุชูุฏูุฑ، ูุดุนูุฑู ุจุงูุนุฌุฒ ูุงูุชูุตูุฑ.
ุงูุชุฌููุฑ ุจู ูููู ุงูุฅุญุงุทุฉ ูุงูุฎูุฑ ูุงูุฅุฏุฑุงู ูุงูุฅุฑุงุฏุฉ.
Tasawuf bagi para Hafidzin li Hududillah (orang yang menjaga batas-batas Allah SWT):
- Menjaga batasan, mewujudkan kesaksian, dan menghayati kesatuan wujud.
- Keheningan jiwa, hilangnya pengukuran, serta merasakan ketidakmampuan dan kekurangan.
- Menghayati konsep penguasaan, kebaikan, pemahaman, dan kehendak.
ูุงูุทูุงูุง ู ู ุงูุชุนุงุฑูู ุงูุณุงุจูุฉ ูุฌุฏ ุฃู ุงูุดูุฎ ุฃุญู ุฏ ุฒุฑูู ูุฏ ุงูุทูู ูู ุชุนุฑููู ููุชุตูู ู ู ุชุนุงุฑูู ููู ุจุชุฏุฆูู ูู ุงูุทุฑูู ุซู ุชุฏุฑุฌ ูู ุชูุฏูู ุชุนุงุฑูู ุฃุฎุฑู ุจุญุณุจ ุชุฑูููู ูู ู ุฏุงุฑุฌ ุงูุณููู، ูุงูู ูุงุฒู، ูุงูู ุฑุงุชุจ ุงูุชู ูุตู ุฅูููุง ุงูุณุงูู ูู ุทุฑูู ุณูุฑู ุฅูู ุงููู ุชุนุงูู، ูุญุณุจ ู ุฏุงุฑูู ุงูุนูููุฉ ููููููู ุชุตููู، ูููุทุจุงุฆุนู ุชุตููู، ููููููุณูู ุชุตููู؛ ูู ุง ุณูุจูู ุฐูู ูู ูุงุนุฏุฉ ูุงุญูุฉ. ุญูุซ ุฃู ูู ูุฑุฏ ูุนุจุฑ ุนู ุดุนูุฑู ูุฅุญุณุงุณู، ูุนู ุงูู ุฑุญูุฉ ุงูุชู ูุทุนูุง ุฃู ูุตู ุฅูููุง ูู ุฑุญูุชู ูุชุฌุฑุจุชู ุงูุฑูุญูุฉ.
Berdasarkan dari definisi-definisi sebelumnya, kita menemukan bahwa Syekh Ahmad Zarruq memulai definisinya tentang tasawuf dari pandangan para pemula dalam perjalanan spiritual, kemudian secara bertahap memberikan definisi lain sesuai dengan perkembangan mereka dalam tingkatan, rumah, dan derajat yang dicapai oleh para salik dalam perjalanan mereka menuju Allah Swt. Dan sesuai dengan pemahaman akal mereka; seorang fuqaha memiliki tasawufnya, seorang naturalis memiliki tasawufnya, dan seorang filsuf memiliki tasawufnya. Hal ini akan dijelaskan dalam kaidah selanjutnya. Karena setiap individu mengekspresikan perasaan dan pengalamannya, serta tahap yang telah dilalui atau dicapai dalam perjalanan dan pengalaman spiritualnya.
ูุงูุชุนุงุฑูู ุงูุณุงุจูุฉ، ูุฅู ุงุฎุชููุช ูู ุงูู ุจุงูู؛ ูุฅููุง ุชุคูู ุฅูู ู ุนูู ูุงุญุฏ؛ ููู ุตุฏู ุงูุชูุฌู ุฅูู ุงููู ุชุนุงูู ู ู ุญูุซ ูุฑุถู ุจู ุง ูุฑุถู، ูุฃู ููุตู ูู ุฃุญุฏ ุจุญุณุจ ูุณุจุฉ ุตุฏูู ูู ูุฐุง ุงูุชูุฌู، ูู ุฏู ู ุฑุงุนุงุชู ูุชููุฏู ุจุฃุญูุงู ุงูุดุฑุน.
Definisi-definisi sebelumnya, meskipun berbeda dalam penjelasannya, semuanya bermuara pada satu makna, yaitu ketulusan dalam bertawajjuh kepada Allah SWT dari sisi yang di ridhoi-Nya dan dengan cara yang diridhai-Nya, dan setiap orang digambarkan sesuai dengan tingkat ketulusannya dalam bertawajjuh, serta sejauh mana dia mematuhi dan mengikuti hukum syariat.
ูุฑุบู ุชุนุฏุฏ ุชุนุงุฑูู ู ุงููุฉ ุงูุชุตูู؛ ูุฅู ุงูุถุงุจุท ุงูุฐู ูุฌู ุน ุจูููุง ูู:
Meski terdapat berbagai definisi mengenai hakikat tasawuf, namun kaidah yang menyatukan semuanya adalah:
" ุงูุตููู ูู ุงูุฐู ูููู ุฏุงุฆู ุงูุชุตููุฉ ูุง ูุฒุงู ูุตูู ุงูุฃููุงุช ุนู ุดูุจ ุงูุฃูุฏุงุฑ ุจุชุตููุฉ ุงูููุจ ุนู ุดูุงุฆุจ ุงูููุณ، ููุนููู ุนูู ูุฐู ุงูุชุตููุฉ ุฏูุงู ุงูุชูุงุฑู ุฅูู ู ููุงู؛ ูุจุฏูุงู ุงูุงูุชูุงุฑ ูููู ู ู ุงููุฏุฑ....".
“Seorang sufi adalah yang senantiasa melakukan penyucian, selalu membersihkan waktunya dari segala kotoran dengan menyucikan hati dari noda-noda nafsu. Dan yang membantunya dalam penyucian ini adalah ketekunan dalam merasakan ketergantungan kepada Tuhannya; dengan terus-menerus merasakan ketergantungan, ia akan terjauhkan dari segala kotoran…”
ูู "ุฃุตู ุงูุชุตูู ู ูุงุฒู ุฉ ุงููุชุงุจ ูุงูุณูุฉ، ูุชุฑู ุงูุฃููุงุก ูุงูุจุฏุน، ูุชุนุธูู ุญุฑู ุงุช ุงูุดุฑุน، ูุฑุคูุฉ ุงูุนุฐุฑ ููุฎูุงุฆู، ูุงูู ุฏุงูู ุฉ ุนูู ุงูุฃูุฑุงุฏ ูุชุฑู ุงูุฑุฎุต ูุชุฑู ุงูุชุฃูููุงุช، ูุฃู ูุฐู ุงูุฃุตูู ู ู ุถูุนูุง ุญุฑู ุงููุตูู.
Maka, "Dasar tasawuf adalah mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah, meninggalkan hawa nafsu dan bid'ah, menghormati batasan-batasan syariat, memahami alasan pada makhluk, serta berpegang teguh dalam amalan rutin dan menjauhi Rukhsoh (keringanan) yang tidak berdasar dan penafsiran yang menyimpang. Barangsiapa yang menyia-nyiakan prinsip-prinsip ini, ia akan terhalang dari mencapai tujuan."
ุนู ูู ุง ูุงูุทุฑู ุฅูู ุงููู ุจุนุฏุฏ ุฃููุงุณ ุงูุฎูุงุฆู؛ ูู ุง ุฏุงู ุงูุชุตูู ุนูู ูุตุฏ ูุฅุตูุงุญ ุงููููุจ ูุฅูุฑุงุฏูุง ููู ุชุนุงูู ุนู ุง ุณูุงู؛ ูุญูุซ ุฅู ุงูุชุตูู ูู ุฌููุฑู ููุจูู ุนูู ุงูุชุฌุฑุจุฉ ุงูุฐูููุฉ ุงูุฑูุญูุฉ ุงูุฐุงุชูุฉ ุงูุชู ูุนุงูููุง ููู ุฑ ุจูุง ุงูุตููู؛ ูุฅู ุชุนุงุฑููู ุชุนุฏุฏุช ุจุชุนุฏุฏ ุชูู ุงูุชุฌุงุฑุจ ุงูุฑูุญูุฉ ุงูุฐุงุชูุฉ؛ ูุฐุง ููู: "ุฐู ู ุง ุฐุงู ุงูููู ุซู ุงูุธุฑ ู ุงุฐุง ุชุฑู".
Secara umum, jalan-jalan menuju Allah SWT sebanyak jumlah nafas makhluk; dan selamanya tasawuf adalah ilmu yang bertujuan untuk memperbaiki hati dan mengkhususkan diri kepada Allah SWT semata. Mengingat bahwa tasawuf pada dasarnya dibangun atas pengalaman spiritual yang bersifat subjektif dan dirasakan oleh para sufi, maka definisinya pun beragam sesuai dengan pengalaman-pengalaman spiritual tersebut. Oleh karena itu, dikatakan: “Rasakan apa yang dirasakan oleh para wali, lalu lihatlah apa yang engkau temukan..."
ูุฑุบู ุงุฎุชูุงู ุทุฑู ุงูุณููู ูุงูุชุตูู ูุงูุจุญุซ ุนู ุงูุญูููุฉ ูููุตูู ุฅูู ู ุนุฑูุฉ ّููู ุชุนุงูู؛ ูุฅูู ูุง ุจุฏ ู ู ุงูุชููุฏ ุจุงูุทุฑู ุงูุณููู ุฉ ุงูู ูุตูุฉ ุฅูู ุงูู ูุตูุฏ ูุงูุงุจุชุนุงุฏ ุนู ุงูุทุฑู ุงูุถุงูุฉ - ุงูุชู ุชุญุฑู ู ูุงุตุฏ ุงูุชุตูู، ูุชุฎุฑุฌู ุนู ุบุงูุชู - ุงูุชู ุงูุชูุฏูุง ุงูุดูุฎ ุฃุญู ุฏ ุฒุฑูู ุงูุชูุงุฏุง ุดุฏูุฏุง ูู ุฑุณุงุฆูู ููุชุจู.
Meskipum terdapat perbedaan dalam perjalanan spiritual, tasawuf serta pencarian hakikat untuk mencapai pengetahuan tentang Allah SWT, tetap diperlukan untuk berpegang teguh pada jalan-jalan yang benar yang mengantarkan kepada tujuan dan menjauhi jalan-jalan yang sesat—yang menyimpangkan tujuan tasawuf dan menjauhkan dari maksudnya—yang telah dikritik dengan tegas oleh Syekh Ahmad Zarruq dalam risalah dan tulisannya.
Syekh Ahmad Zarruq menekankan dalam definisi tasawuf pada dimensi pendidikan: "Tasawuf adalah ilmu yang bertujuan untuk memperbaiki hati, dan memusatkannya kepada Allah SWT dari selain-Nya" - "Semua definisinya kembali kepada ketulusan menghadap kepada-Nya (Shidq al- Tawajjuh)." Orang barat dalam praktik tasawuf mereka lebih cenderung mengikuti hakikat tanpa thoriqoh tertentu dalam segala hal; "thoriqoh mereka dalam segala hal biasanya mengikuti hakikat, karena jiwa mereka yang bersih, dan shidq al-Tawajjuh mereka kepada Allah SWT disisi yang diridhoi-Nya dan dengan cara yang diridhai Allah SWT. Hal ini berbeda dengan orang-orang Timur yang lebih mengutamakan thoriqoh dalam segala hal; "hakikat mereka dalam segala hal biasanya mengikuti thoriqoh, dan thoriqoh selalu mengikuti hakikat karena thoriqoh adalah hasilnya."
Syekh Ahmad Zarruq berkata: “Ketahuilah, semoga Allah SWT merahmati kalian, bahwa tasawuf memiliki tiga aspek: pendahuluan, hakikat, dan hasil. Pendahuluannya adalah rasa takut kepada Allah SWT, hakikatnya adalah ketulusan dalam menghadap kepada Allah SWT, dan hasilnya adalah fana' (lenyap) dalam Allah SWT. Rasa takut ini diperoleh dari pengetahuan tentang Allah SWT dan apa yang diwahyukan. Aspeknya adalah ilmu tentang nasihat dan pengingat. Hakikatnya berputar pada ketakwaan dan keteguhan, sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT, serta memfokuskan hati dan jiwa kepada Allah SWT. Hasilnya berputar pada terbukanya tirai, terwujudnya bantuan dan karunia-Nya; dan hal ini tidak dapat dicapai dengan akal atau usaha, melainkan dengan meninggalkan segala sesuatu yang lain dan tidak mempedulikan dosa maupun amal baik.."
Tasawuf adalah ketulusan, kejernihan, kesetiaan, dan fana’. Huruf Ta’ berasal dari ketulusan, Shod dari kejernihan, wawu dari kesetiaan, dan Fa’ dari persatuan
Tajrid (Pengosongan diri) adalah melepaskan diri dari klaim-klaim secara lahiriah dan batiniah, serta dari keberadaan duniawi.
Shafa (Pemurnian) yaitu murni dari kotoran manusia, seperti nafsu dan amarah, serta murni dari akhlak yang buruk dan pengamatan terhadap hal-hal lain.
Wafa’ (Kesetiaan) yaitu setia kepada adab-adab pengabdian, setia pada janji-janji Ilahi, dan setia pada tingkatan-tingkatan spiritual
Fana’ (lenyap) yaitu fana dalam tindakan (tidak ada pelaku selain Allah SWT), fana dalam sifat (tidak ada hakikat yang sebenarnya kecuali Allah SWT), dan fana dalam dzat (tidak ada yang ada secara mutlak kecuali Allah SWT).
Mutarjim : Nadifatul Qoyimah
Email : yimanadif@gmail.com
Contact Person : 085733155260
DAFTAR PUSTAKA
al-Burnusiy, Abi al-‘Abbas Ahmad bin Ahmad bin Muhammmad Saw bin ‘Isa Zarrouq al-Fasi, (Wafat 899 H)., Qawaid al-Tasawuf, Dar al-Kotob al-Ilmiyah, Beirut, Lebanon., 2019 M / 1440 H., (Tahqiq: Abdulmajid Khayali, 2002)., cet. kelima.
Tayeb, Mohammed Idris, (Lahir 1369 H / 1950 M)., Syarah Qawaid al-Tasawuf, Books Publisher, Beirut, Lebanon, 2022., cet. pertama, sebanyak 2 jilid.

Posting Komentar untuk "Kaidah 3: Tasawuf bagi Setiap Orang adalah Shidq Al-Tawajjuh"