Hukum Jual Beli Saat Adzan Jum'at

 

HUKUM JUAL BELI SAAT ADZAN JUM’AT

Shalat Jum’at adalah kewajiban bagi setiap laki-laki muslim yang memenuhi syarat. Syariat melarang aktivitas jual beli setelah adzan Jum’at dikumandangkan karena diperintahkan untuk segera melaksanakan shalat Jum’at. Namun dalam praktiknya, masih dijumpai sebagian orang yang melakukan transaksi jual beli pada waktu adzan atau khutbah Jum’at dengan alasan tertentu. Hal ini menimbulkan pertanyaan hukum di tengah masyarakat.

Bagaimana hukum jual beli setelah adzan Jum’at menurut fikih Islam, dan apakah alasan tertentu dapat mempengaruhi hukum larangan tersebut?

A. Haram

Ketika  Adzan Kedua dikumandangkan (yaitu adzan yang dikumandangkan di hadapan khatib) hal itu dikarenakan termasuk menyibukkan diri dari bergegas melaksanakan rangkaian shalat jum’at, kecuali untuk hal yang darurat. 

B. Makruh

Dimakruhkan sebelum adzan kedua, setelah tergelincirnya matahari (masuk waktu zuhur), karena masuknya waktu shalat yang dikhawatirkan dapat menyebabkan terlewatnya shalat Jum’at.

(ูˆَูŠَุญْุฑُู…ُ ุนَู„َู‰ ุฐِูŠْ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ) ุฃَูŠْ ู…َู†ْ ู„َุฒِู…َุชْู‡ُ (ุงู„ุชَّุดَุงุบُู„ُ) ุนَู†ِ ุงู„ุณَّุนْูŠِ ุฅِู„َูŠْู‡َุง (ุจِุงู„ْุจَูŠْุนِ) ุฃَูˆِ ุงู„ุดِّุฑَุงุกِ ู„ِุบَูŠْุฑِ ู…َุง ูŠُุถْุทَุฑُّ ุฅِู„َูŠْู‡ِ (ูˆَุบَูŠْุฑِู‡ِ) ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุงู„ْุนُู‚ُูˆْุฏِ ูˆَุงู„ุตَّู†َุงุฆِุนِ ูˆَุบَูŠْุฑِู‡ِู…َุง ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ู…َุง ูِูŠْู‡ِ ุดُุบْู„ٌ ุนَู†ِ ุงู„ุณَّุนْูŠِ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุนِุจَุงุฏَุฉً (ุจَุนْุฏَ ุงู„ุดُّุฑُูˆْุนِ)، ู†َุนَู…ْ ู…َู†ْ ูŠَู„ْุฒَู…ُู‡ُ ุงู„ุณَّุนْูŠُ ู‚َุจْู„َ ุงู„ْูˆَู‚ْุชِ ูŠَุญْุฑُู…ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ุชَّุดَุงุบُู„ُ ู…ِู†ْ ุญِูŠْู†َุฆِุฐٍ (ูِูŠْ ุงู„ْุฃَุฐَุงู†ِ) ุงู„ุซَّุงู†ِูŠْ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„َّุฐِูŠْ (ุจَูŠْู†َ ูŠَุฏَูŠِ ุงู„ْุฎَุทِูŠْุจِ)؛ ู„ِู‚َูˆْู„ِู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰: ﴿ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุขู…َู†ُูˆْุง ุฅِุฐَุง ู†ُูˆْุฏِูŠَ ู„ِู„ุตَّู„َุงุฉِ ู…ِู†ْ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูَุงุณْุนَูˆْุง ุฅِู„َู‰ ุฐِูƒْุฑِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฐَุฑُูˆْุง ุงู„ْุจَูŠْุนَ﴾ [ุงู„ุฌู…ุนุฉ: ูฉ]، ูَูŠَุญْุฑُู…ُ ุงู„ْูِุนْู„ُ ูˆَู‚ِูŠْุณَ ุจِู‡ِ ูƒُู„ُّ ุดَุงุบِู„ٍ، ูˆَูŠَุญْุฑُู…ُ ุฃَูŠْุถًุง ุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ู„َู…ْ ุชَู„ْุฒَู…ْู‡ُ ู…ُุจَุงูŠَุนَุฉُ ู…َู†ْ ุชَู„ْุฒَู…ُู‡ُ؛ ู„ِุฅِุนَุงู†َุชِู‡ِ ู„َู‡ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ْู…َุนْุตِูŠَุฉِ . ูˆَุฎَุฑَุฌَ ุจِุงู„ุชَّุดَุงุบُู„ِ  ูِุนْู„ُ ุฐَู„ِูƒَ ูِูŠ ุงู„ุทَّุฑِูŠْู‚ِ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ูˆَู‡ُูˆَ ู…َุงุดٍ ุฃَูˆِ ุงู„ْู…َุณْุฌِุฏِ ูˆَุฅِู†ْ ูƒُุฑِู‡َ ูِูŠْู‡ِ، ูˆَูŠُู„ْุญَู‚ُ ุจِุงู„ْู…َุณْุฌِุฏِ ูƒُู„ُّ ู…َุญَู„ٍّ ูŠُุนْู„َู…ُ ูˆَู‡ُูˆَ ูِูŠْู‡ِ ูˆَู‚ْุชَ ุงู„ุดُّุฑُูˆุนِ ูِูŠْู‡َุง ูˆَูŠَุชَูŠَุณَّุฑُ ู„َู‡ُ ู„ُุญُูˆْู‚ُู‡َุง، ูˆَุฎَุฑَุฌَ ุจِุฐِูŠ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ู…َู†ْ ู„َุง ุชَู„ْุฒَู…ُู‡ُ ู…َุนَ ู…ِุซْู„ِู‡ِ ูَูŠُุจَุงุญُ ู„َู‡ُู…َุง (ูَุฅِู†ْ ุจَุงุนَ ุตَุญَّ)؛ ู„ِุฃَู†َّ ุงู„ู†َّู‡ْูŠَ ู„ِู…َุนْู†ًู‰ ุฎَุงุฑِุฌٍ ุนَู†ِ ุงู„ْุนَู‚ْุฏِ، (ูˆَูŠُูƒْุฑَู‡ُ ู‚َุจْู„َ ุงู„ْุฃَุฐَุงู†ِ ุจَุนْุฏَ ุงู„ุฒَّูˆَุงู„ِ ูˆَุงู„ู„ّู‡ُ ุฃَุนْู„َู…ُ)؛ ู„ِุฏُุฎُูˆู„ِ ุงู„ْูˆَู‚ْุชِ ูَุฑُุจَّู…َุง ูَูˆَّุชَ، ู†َุนَู…ْ ุฅِู†ْ ูَุญُุดَ ุงู„ุชَّุฃْุฎِูŠْุฑُ ุนَู†ْู‡ُ ูƒَู…َุง ูِูŠْ ู…َูƒَّุฉَ ู„َู…ْ ูŠُูƒْุฑَู‡ْ؛ ู„ِู„ุถَّุฑُูˆْุฑَุฉِ. (ู…ุฎุชุตุฑ ุชุญูุฉ ุงู„ู…ุญุชุงุฌ ุจุดุฑุญ ุงู„ู…ู†ู‡ุงุฌ: ุฌ ูค، ุต ูฃูฃูจ).

“Diharamkan bagi orang yang terkena kewajiban shalat Jum’at untuk menyibukkan diri dari bersegera menuju shalat Jum’at dengan jual beli, atau pembelian, kecuali untuk perkara yang sangat darurat. Termasuk pula (yang haram dilakukan) semua akad-akad lainnya, pekerjaan-pekerjaan, dan seluruh aktivitas yang dapat menyibukkan dari bersegera menuju Jum’at meskipun aktivitas itu berupa ibadah setelah adzan kedua dimulai. Adapun seseorang yang sudah wajib berangkat sebelum masuk waktu, maka ia juga haram menyibukkan diri sejak saat itu. Yang dimaksud adzan kedua adalah adzan yang dilakukan di hadapan khatib, sebagaimana firman Allah Ta‘ala: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah menuju dzikir kepada Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jumu‘ah: 9). "Maka haram hukumnya melakukan perbuatan tersebut (jual beli), dan diqiyaskan (disamakan hukumnya) dengan jual beli adalah segala hal yang menyibukkan/melalaikan (dari salat Jumat). Diharamkan juga bagi orang yang tidak berkewajiban Jumat untuk melakukan transaksi dengan orang yang berkewajiban Jumat; karena hal itu termasuk menolong orang lain dalam kemaksiatanDikecualikan dari kategori 'menyibukkan yang terlarang' adalah melakukan transaksi tersebut di tengah perjalanan menuju tempat Jumat sambil berjalan, atau di dalam masjid meskipun hukumnya makruh di sana. Disamakan dengan masjid adalah setiap tempat yang mana seseorang (ketika bertransaksi) dapat mengetahui waktu dimulainya salat Jumat dan memungkinkan baginya untuk menyusul jamaahDikecualikan pula dari kategori 'orang yang berkewajiban Jumat' adalah orang-orang yang sama-sama tidak wajib Jumat, maka diperbolehkan bagi keduanya untuk bertransaksi." (Maka jika ia menjual, (transaksinya) tetap sah), sebab larangan itu terkait dengan makna eksternal, bukan pada (esensi) akad. Makruh melakukan jual beli setelah zawal (matahari tergelincir) sebelum adzan kedua, karena waktu sudah masuk dan dikhawatirkan seseorang akan melewatkan Jumat. Namun, bila keterlambatannya sangat parah seperti yang terjadi di Makkah, maka tidak makruh, karena keadaan darurat.” (Mukhtasar Tuhfah al-Muhtaj bi-Syarh al-Minhaj: 4, 338).


Penulis : Reissa Arifa Nur Hidayah

Contact Person : 085645752032

e-Mail : reissaarifanh@gmail.com


Perumus : M. Faisol, S.Pd.

Mushohih : M. Faisol, S.Pd.


Daftar Pustaka

Mustafa bin Hamid bin Hasan bin Sumaith, Mukhtasar Tuhfat al-Muhtaj bi Sharh al-Minhaj: Markaz al-Nur li al-Dirasat wa al-Abhath al-Tab’ah, Wadi Hadramaut, Yaman: cet. pertama 1429 H / 2008 M, Sebanyak 4 jilid.

======================
======================

======================

Posting Komentar untuk "Hukum Jual Beli Saat Adzan Jum'at"