HUKUM MEMBAYAR ZAKAT MAL DENGAN BARANG
Zakat mal adalah zakat yang wajib dikeluarkan dari harta tertentu, biasanya dalam bentuk uang atau nilai sepadan. Dalam praktiknya, ada kondisi ketika mustahik (penerima zakat) lebih membutuhkan barang, seperti beras, pakaian baru, atau alat rumah tangga, dibandingkan uang tunai. Permasalahan muncul ketika zakat mal diberikan dalam bentuk barang, bukan uang, sehingga dipertanyakan apakah hal itu sah menurut hukum Islam.
Apakah sah membayar zakat mal dengan barang apabila mustahik lebih membutuhkan barang tersebut daripada uang?
A. Tidak Sah
Menurut jumhur ulama (Syafi’iyah, Malikiyah, dan Hanabilah), zakat mal harus ditunaikan sesuai dengan bentuk yang telah ditetapkan syariat, tidak boleh diganti dengan barang lain.
B. Sah
Zakat mal dibayarkan dalam bentuk barang, selama nilainya setara dengan harta yang wajib dizakati. Hal ini didasarkan pada tujuan zakat yang utama, yaitu mencukupi kebutuhan mustahiq.
(فَرْعٌ) قَدْ ذَكَرْنَا أَنَّ مَذْهَبَنَا أَنَّهُ لَا يَجُوْزُ إِخْرَاجُ الْقِيْمَةِ فِيْ شَيْءٍ مِنَ الزَّكَوَاتِ وَبِهِ قَالَ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ وَدَاوُدُ إِلَّا أَنَّ مَالِكًا جَوَّزَ الدَّرَاهِمَ عَنِ الدَّنَانِيْرِ وَعَكْسَهُ وَقَالَ أَبُوْ حَنِيْفَةَ: يَجُوْزُ، فَإِنْ لَزِمَهُ شَاةٌ فَأَخْرَجَ عَنْهَا دَرَاهِمَ بِقِيْمَتِهَا أَوْ أَخْرَجَ عَنْهَا مَالَهُ قِيْمَةٌ عِنْدَهُ كَالْكَلْبِ وَاالثِّيَاتِ جَازَ. (المجموع شرح المهذب: ج ٥، ص ٤٠۲).
“(Cabang Masalah Fikih): Sesungguhnya kami telah menyebutkan bahwa mazhab kami adalah bahwasanya tidak boleh mengeluarkan nilai (uang) pada sesuatu apa pun dari zakat. Pendapat ini juga dipegang oleh Malik, Ahmad, dan Dawud, kecuali Malik yang membolehkan (mengeluarkan) dirham sebagai ganti dinar dan sebaliknya. Dan Abu Hanifah berkata: Boleh, maka jika ia wajib (mengeluarkan) seekor kambing, lalu ia mengeluarkan darinya dirham seharga kambing itu, atau ia mengeluarkan darinya harta yang memiliki nilai menurutnya seperti anjing dan pakaian, maka itu dibolehkan (sah).” (al-Majmu' Syarah al-Muhadzab, 5: 402).
قُلْتُ: وَفِيْ تَشْيِيْدِ الْبُنْيَانِ لِبَارَجَا: وَافَقَ الْبُلْقِيْنِيُّ بِجَوَازِ إِخْرَاجِ الزَّكَاةِ فُلُوْسًا عِنْدَ تَعَذُّرِ الْفِضَّةِ، أَوْ كَانَتْ مُعَامَلَاتُهُمْ بِالْفُلُوْسِ لِأَنَّهَا أَنْفَعُ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَأَسْهَلُ، وَلَيْسَ فِيْهَا غِشٌّ كَمَا فِيْ الْفِضَّةِ الْمَغْشُوْشَةِ، فَعِنْدَ ذَلِكَ يَتَضَرَّرُ الْمُسْتَحِقُّ إِذَا رُدَّتْ وَلَا يَجِدُ غَيْرَهَا وَلَا بَدَلًا اهـ. وَقَالَ (ق ل): أَمَّا إِخْرَاجُ الْفُلُوْسِ فَإِنِّيْ أَعْتَقِدُ جَوَازَهُ وَلَكِنَّهُ مُخَالِفٌ لِمَذْهَبِ الشَّافِعِيِّ اهـ. (بغية المسترشدين: ص ٦٦٩).
"Aku (penulis) berkata: Di dalam kitab Tasyyid al-Bunyan karya Ba-Raja disebutkan: al-Bulqini menyetujui diperbolehkannya mengeluarkan zakat dalam bentuk uang (fulus) ketika perak sulit ditemukan, atau jika transaksi mereka (masyarakat) memang menggunakan uang tersebut karena hal itu lebih bermanfaat bagi kaum muslimin dan lebih mudah. Selain itu, pada uang tersebut tidak terdapat unsur penipuan sebagaimana yang sering terjadi pada perak yang dicampur (tidak murni). Dalam kondisi demikian, penerima zakat akan dirugikan jika zakat (perak) tersebut ditolak sedangkan ia tidak menemukan selainnya dan tidak memiliki penggantinya. Selesai kutipan. Dan beliau (al-Qolyubi) berkata: Adapun mengeluarkan zakat dalam bentuk uang, maka aku meyakini kebolehannya, meskipun hal ini menyelisihi pendapat (masyhur) dalam madzhab Syafi'i." (Bughyah al-Mustarsyidin, 1: 669).
Penulis : Nuraini
Contact Person : 085869287247
e-Mail :sajakhalusinasi123@gmail.com
Perumus : M. Faisol, S.Pd
Mushohih : M. Faisol, S.Pd
Penyunting : Ahmad Fairuz Nazili
Daftar Pustaka
Abu Zakariya Muhyiddin bin Syaraf al-Nawawi (W. 676 H), al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, Maktabah al-Irsyad, Jeddah, Arab Saudi, tanpa tahun, Sebanyak 23 Jilid.
Al-Imam al-Faqih, Mufti Hadramaut, Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur al-Husaini al-Hadrami asy-Syafi'i (W. 1432 H), Bughyah al-Mustarsyidin, Dar al-Minhaj, Jeddah, Arab Saudi: Cet. Pertama 1439 H / 2018 M, Sebanyak 2 Jilid.
.png)
.jpeg)
%20Nuraini(3).png)
%20Nuraini(4).png)
Posting Komentar untuk "Hukum Membayar Zakat Mal Dengan Barang"