HUKUM MENJAWAB SALAM DAN ADZAN PADA SAAT DIKAMAR MANDI
Dalam ajaran Islam, menjawab salam adalah kewajiban sosial bagi setiap Muslim, sedangkan menjawab adzan merupakan sunnah yang dianjurkan. Keduanya termasuk bentuk ibadah lisan dan dzikir yang mengandung kalimat-kalimat mulia. Namun, persoalan muncul ketika seseorang mendengarnya saat sedang berada di kamar mandi, yaitu tempat yang tidak suci dan tidak dianjurkan untuk berdzikir atau menyebut nama Allah. Hal ini menimbulkan pertanyaan.
Bagaimana hukum menjawab salam dan adzan ketika berada di kamar mandi?
Makruh
Terdapat beberapa kondisi tertentu di mana menjawab salam dan adzan tidak dianjurkan, bahkan dimakruhkan. Salah satu di antaranya adalah ketika seseorang sedang berada di dalam kamar mandi dalam keadaan buang hajat. Tetapi tidak makruh menjawab salam dan adzan ketika diucapkan didalam hati dan tidak menggerakkan lisan atau dijawab ketika selesai buang hajat.
يُكْرَهُ الذِّكْرُ وَالكَلَامُ حَالَ قَضَاءِ الحَاجَةِ، سَوَاءٌ كَانَ فِيْ الصَّحْذَرَاءِ أَوْ فِيْ البُنْيَانِ، وَسَوَاءٌ فِيْ ذَلِكَ جَمِيْعُ الأَ ذْكَارِ وَالْكَلَامِ، إِلَّا كَلَامَ الضَّرُوْرَةِ حَتَّى قَالَ بَعْضُ أَصْحَبِنَا : إِذَا عَطَسَ لَايَحْمَدُ اللهَ تَعَالىَ، وَلَا يُشَمِّتُ عَاطِسًا،وَلاَيَرُدُّ السَّلَامَ، وَلَا يُجِيْبُ المُؤَذِّنَ، وَيَكُوْنُ المُسْلِمُ مُقَصِّرًا لَايَسْتَحِقُّ جَوَابًا. وَالكَلَامُ بِهَذَا كُلِّهِ مَكْرُوْهٌ كَرَاهَةَ تَنْزِيْهٍ، وَلَا يَحْرُمُ، فَإِنْ عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ تَعَالىَ بِقَلْبِهِ وَلَمْ يُحَرِّكْ لِسَانَهُ فَلَا بَأْسَ، وَكَذَلِكَ يَفْعَلُ حَالَ الجِمَاعِ.(الاذكر النواوى: ص ٢٨)
“Dimakruhkan berdzikir dan berbicara saat buang hajat, baik ditempat terbuka maupun bangunan dan hal ini berlaku untuk semua bentuk dzikir dan pembicaraan, kecuali dalam keadaan darurat. Sebagian ulama dari mazhab kami (Syafi’iyah) mengatakan: Jika seseorang bersin, maka ia tidak dianjurkan mengucapkan "Alhamdulillah", tidak pula menanggapi orang yang bersin (dengan mengucapkan yarhamukallah), tidak menjawab salam, dan tidak menjawab adzan. Orang yang mengucapkan salam kepada orang yang sedang buang hajat dianggap telah melakukan kelalaian dan tidak berhak mendapatkan jawaban. Semua bentuk pembicaraan ini hukumnya makruh tanzih tidak sampai haram. Jika seseorang bersin dan mengucapkan "Alhamdulillah" hanya dalam hati tanpa menggerakkan lisannya, maka tidak mengapa. Hal yang sama juga berlaku saat sedang berhubungan suami istri. (al-Adzkar al-Nawawi: Hal 28)"
Mubah
Diperbolehkan menjawab adzan dan salam ketika seseorang berada didalam kamar mandi selama ia tidak dalam keadaan buang hajat seperti wudhu, cuci muka, dll. Kemakruhan hanya berlaku apabila seseorang sedang dalam kondisi buang hajat.
( قَوْلُهُ : لَا لِمَنْ بِحَمَامٍ) أَيْ وَلَا تُكْرَهُ الْإِجَابَةُ لِمَنْ سَمِعَ الَأذَانَ وَهُوَ بِحَمَامٍ .(حاشية إعانة الطالبين: ج ١، ص ٢٧٩)
“Perkataannya: tidak (makruh) bagi orang yang berada di kamar mandi) maksudnya: tidak dimakruhkan menjawab (adzan) bagi orang yang mendengar adzan sementara ia sedang berada di kamar mandi.”(I’anah al-Thalibin: Juz 1, Hal 279)”
Penulis : Syarifatul Hasbiyah
Contact Person : 083834322408
e-Mail : syarifatulhasbiyah0@gmail.com
Perumus : Teguh Pradana, S.P
Mushohih : Teguh Pradana, S.P
Penyunting : M. Salman Alfarizi
Daftar Pustaka
Imam Muhyi al-Din abu Zakariya Yahya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi (W. 676 H), al-Adzkar al-Nawawi: Nurul Ilmi, Surabaya, Indonesia: Tanpa tahun.
al-Sayyid al-Bakri bin al-'arif Billahi Muhammad Syatha al-Dimyathiy (W. 1310 H), I’anah al-Thalibin: Dar ibnu Ashoshoh, Beirut, Lebanon: 2005 M, Sebanyak 4 jilid.

.jpg)
%20Syarifatul%20Hasbiyah%20(9).png)
%20Syarifatul%20Hasbiyah%20(10).png)
Posting Komentar untuk "Hukum Menjawab Salam Dan Adzan Pada Saat Dikamar Mandi"