Hukum Menggunakan Dana Kas Masjid Untuk Kegiatan Sosial Keagamaan

 

HUKUM MENGGUNAKAN DANA KAS MASJID UNTUK KEGIATAN SOSIAL KEAGAMAAN

Dana kas masjid adalah keuangan yang terkumpul melalui donasi umat atau sumber sah lainnya yang dikelola oleh pengurus masjid. Di salah satu masjid di daerah tertentu, ta’mir masjid berinisiatif menyelenggarakan kegiatan sosial keagamaan dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram. Kegiatan tersebut berupa berbagai macam lomba islami, seperti lomba hafalan Al-Qur’an, lomba adzan, dan perlombaan islami lainnya. Yang mana, sumber dana untuk biaya operasional dan hadiah pemenang lomba diambilkan dari dana kas masjid.

Bolehkah menggunakan dana kas masjid untuk kegiatan sosial keagamaan?

Harta masjid dibagi menjadi 3 bagian:

  1. Untuk pembangunan/ fisik masjid

  2. Untuk kemaslahatan masjid

  3. Untuk masjid secara mutlak (tanpa penentuan tujuan khusus)

قَالَ الشَيْخُ جَعْفَرُ الصَّادِقُ : وَاعْلَمْ أَنَّ أَمْوَالَ الْمَسْجِدِ تَنْقَسِمُ عَلَى ثَلَاثَةِ أَقْسَامٍ، قِسْمٌ لِلْعِمَّارَةِ كَالْمَوْهُوْبِ وَالْمُتَصَدِّقِ بِهِ لَهَا وَرَيْعُ الْمَوْقُوْفِ عَلَيْهَا، وَقِسْمٌ لِلْمَصَالِحِ كَاالْمَوْهُوْبِ وَالْمُتَصَدِّقِ بِهِ لَهاَ وَرَيْعُ التِّجَارَةِ وَغِلَةُ أَمْلاَكِهِ وَثَمَنُ مَا يُبَاعُ مِنْ أَمْلاَ كِهِ وَكَذَا ثَمَنُ الْمَوْقُوْفِ عَلَيْهِ عِنْدَ مِنْ جَوَزِ بَيْعِهِ عِنْدَ الْبَلِى وَالْإِنْكِسَارِ، وَقِسْمٌ مُطْلَقٌ كَالْمَوْهُوْبِ وَالْمُتَصَدِّقِ بِهِ مُطْلَقًا كَذَا رَيْعُ الْمَوْقُوْفِ عَلَيْهِ مُطْلَقًا. (رسالة الاماجد في بيان أحكام المساجد: ص٦٥)

“Syeikh Ja’far Shodiq berkata: Ketahuilah bahwa harta-harta masjid terbagi menjadi tiga bagian, bagian pertama diperuntukkan bagi pembangunan/ fisik masjid, seperti harta yang dihibahkan atau disedekahkan khusus untuk tujuan tersebut serta hasil (keuntungan) dari wakaf yang diperuntukkan baginya, bagian kedua diperuntukkan bagi kemaslahatan umum masjid seperti harta yang dihibahkan atau disedekahkan untuk kepentingan tersebut, hasil perdagangan, pendapatan dari aset milik masjid, harga hasil penjualan asetnya, serta harga penjualan barang wakaf menurut ulama yang memperbolehkan penjualannya saat kondisi barang tersebut telah usang atau rusak, dan bagian ketiga bersifat mutlak (umum) seperti harta yang dihibahkan atau disedekahkan secara mutlak tanpa pengkhususan tujuan tertentu, demikian pula hasil dari wakaf yang diperuntukkan secara mutlak.” (Risalah al-Amajid fi Bayan Ahkam al-Masajid: 65).



  1. Tidak boleh

Tidak boleh menggunakan hasil (pendapatan) wakaf yang diperuntukkan pembangunan/pemeliharaan fisik masjid untuk mengadakan kegiatan sosial. Hal ini karena dana yang diwakafkan kepada masjid harus difokuskan pada perawatan fisik bangunan. 

وَيُصْرَفُ رَيْعُ الْمَوْقُوِفِ عَلَى الْمَسْجِدِ وَقْفًا مُطْلَقًا أَوْ عَلَى عِمَارَتِهِ : فِي مَصَالِحِ الْمَسْجِدِ مِنْ بِنَاءٍ وَتَجْصِيْصٍ وَسُلَّمٍ وَمُظَلَّاتٍ لِلتَّظْلِيْلِ بِهَا، وَمَكَانِسَ يُكْنَسُ بِهَا، وَمُسَاحِيْ يُنْقَلُ بِهَا التُّرَابُ، وَأُجْرَةِ قَيِّمٍ، لَا أُجْرَةِ مُؤَذِّنٍ وَإِمَامٍ وَحَصْرٍ وَدُهْنٍ؛ لِأَنَّ الْقَيِّمَ يَحْفَظُ الْعِمَارَةَ، بِخِلَافِ الْبَاقِي . فَإِنْ كَانَ الْوَقْفُ لِمَصَالِحِ الْمَسْجِدِ، صُرِفَ مِنْ رِيْعِهِ لِمَنْ ذُكِرَ، لَا فِي التَّزْوِيْقِ وَالنَّقْشِ، بَلْ لَوْ وُقِفَ عَلَيْهَا لَمْ يَصِحَّ.  (فقه الإسلام وأدلته: ج ٢، ص ٢٢٥ )

“Dan hasil (pendapatan) dari harta wakaf yang diperuntukkan bagi masjid, baik wakaf itu bersifat umum (mutlak) maupun khusus untuk pemeliharaan masjid, harus digunakan untuk kepentingan masjid. Yaitu untuk kebutuhan seperti: pembangunan, plester/pengecatan, pembuatan tangga, pemasangan atap atau pelindung dari panas dan hujan, membeli sapu untuk membersihkan masjid, sekop untuk mengangkut tanah, serta membayar upah penjaga masjid (qayyim). Tidak boleh digunakan untuk membayar muadzin, imam, membeli tikar atau karpet, minyak atau pewangi, karena tugas penjaga masjid berkaitan langsung dengan merawat bangunan fisik masjid, sedangkan yang lainnya tidak termasuk perawatan bangunan. Jika wakaf itu dipersyaratkan khusus untuk kemaslahatan masjid, maka hasilnya hanya boleh digunakan untuk hal-hal yang disebutkan di atas, bukan untuk menghias masjid dengan ukiran atau ornamen. Bahkan, jika wakaf itu ditujukan khusus untuk hiasan dan ukiran, maka wakaf tersebut tidak sah.” (Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, 2: 225).


  1. Boleh 

Boleh jika dana kas tersebut untuk kemaslahatan masjid dan masih mempertimbangkan mana yang lebih penting dalam penggunaan dana kas tersebut.

وَيَجُوزُ بَلْ يُنْدَبُ لِلْقَيِّمِ أَنْ يَفْعَلَ مَا يُعْتَادُ فِي الْمَسْجِدِ مِنْ قَهْوَةٍ وَدُخُونٍ وَغَيْرِهِمَا مِمَّا يُرْغَبُ نَحْوَ الْمُصَلِّيْنَ، وَإِنْ لَمْ يُعْتَدْ قَبْلَ إِذَا زَادَ عَلَى عِمَارَتِهِ. (بغية المسترشدين: ص ١٠٨)

“Diperbolehkan, bahkan disunnahkan, bagi pengurus masjid untuk melakukan hal-hal yang biasa dilakukan di masjid, seperti menyeduh kopi, membakar dupa, dan hal-hal lain yang disukai para jama’ah walaupun hal ini tidak dibiasakan sebelumnya apabila uang kas ini sudah melebihi untuk pembangunan masjid.” (Bughyah al-Mustarsyidin: 108).

Kesimpulan:

Menggunakan dana kas masjid untuk kegiatan sosial keagamaan dibolehkan jika dana tersebut tidak khusus untuk perawatan fisik masjid dan kebutuhan utama masjid telah tercukupi. Jika dana bersifat wakaf khusus untuk bangunan masjid, maka tidak boleh digunakan untuk kegiatan sosial.

Penulis : Intan Akmaliyah

Contact Person : 085706662195

e-Mail : Intanakmalia715@gmail.com


          Perumus : Rif’at Athoillah, S.Pd.

Mushohih : Durrotun Nasikhin M.Pd.


Penyunting : M. Salman Alfarizi


Daftar Pustaka

KH. Jakfar Shodiq Sladi Kejayan Pasuruan, (W 1423 H), Risalah al-majid fi bayani  Ahkami al-masajid, Maktabah al-Zein, Pasuruan, 2024 M.

Prof. Dr. Wahbah bin Musthafa al-Zuhaili (W. 1436 H), Fiqih Islam wa Adillatuhu: Dar al-Fikr, Beirut, Lebanon, cetakan kedua: 1985M / 1405 H, sebanyak 10 jilid.

Syekh Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar al-Masyhur al-Ba'alawi,  Bughyah al-Mustarsyidin:  Dar al-Fikr, Beirut, Lebanon: 1414 H / 1994 M.

================================


================================


=================================


==================================


Posting Komentar untuk "Hukum Menggunakan Dana Kas Masjid Untuk Kegiatan Sosial Keagamaan"