STATUS HARAM LI DZATIHI : STUDI PERBANDINGAN ANTARA KHAMR DAN ZAT PADAT SEPERTI GANJA DAN KECUBUNG
Khamr memiliki status haram li dzatihi yang berlaku secara mutlak, baik dalam jumlah sedikit maupun banyak. Sebaliknya, zat padat seperti ganja dan kecubung tidak disebutkan secara eksplisit dalam nash, dan efek memabukkannya (tafsir fil ‘aql) tidak selalu muncul pada dosis kecil. Hal ini menimbulkan persoalan mengenai bagaimana kedudukan hukum mengonsumsi zat padat tersebut jika dibandingkan dengan khamr yang keharamannya sudah jelas.
1. Bagaimana hukum mengonsumsi zat-zat padat tersebut dibandingkan dengan khamr yang jelas keharamannya?
Haram
Selama memiliki efek memabukkan, suatu zat tetap tergolong khamar dan dihukumi haram.
الْخَمْرُ، وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا شَرِبَ سَكِرَ فَعَرْبَدَ وَشَاجَرَ؛ وَأَمَّا الْمَيْسِرُ فَالْعَدَاوَةُ فِيْهِ وَالْبَغْضَاءُ أَنَّهُ إِذَا قَامَرَ بَقِيَ حَزِيْنًا مَسْلُوْبَ الْمَالِ مُغْتَاظًا عَلَى حِرْمَانِهِ، {وَيَصُدَّكُمْ} يَعْنِى: الْخَمْرَ وَالْمَيْسِرَ وَاْلاَنْصَابَ وَالْأَزْلَامَ، {عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ}، وَذَلِكَ أَنَّ مَنْ ِاشْتَغَلَ بِشُرْبِ الْخَمْرِ وَفِعْلِ الْقِمَارِ أَلْهَاهُ عَنْ ذِكْرِ اللهِ، وَشَوَّشَ عَلَيْهِ صَلَاتَهُ {فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُوْنَ}، وَهَذَا تَهْدِيْدٌ وَتَرْهِيْبٌ عَنْ شُرْبِ الْخَمْرِ، وَهُوَ مَا أَسْكَرَ كَمَا يَأْتِى: «كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ». ( الإحكام شرح أصول الأحكام : ج ٤, ص ٣٣٤)
“Adapun khamar, maka ketika seseorang meminumnya ia akan menjadi mabuk, kemudian berbuat onar dan melakukan pertengkaran. Sedangkan judi (al-maisir), sebab munculnya permusuhan dan kebencian di dalamnya adalah karena ketika seseorang berjudi, ia akan berakhir dalam keadaan sedih, kehilangan harta, dan marah karena merasa dirugikan. Firman Allah {وَيَصُدَّكُمْ} maksudnya adalah: khamar, judi, berhala-berhala, dan undian anak panah, yakni semuanya menghalangi kalian dari mengingat Allah dan dari salat. Sebab, siapa saja yang sibuk dengan minum khamar dan berjudi, maka ia akan terlalaikan dari zikir kepada Allah dan terganggu kekhusyukan salatnya. Kemudian firman Allah {فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ} merupakan bentuk ancaman dan peringatan keras untuk meninggalkan minum khamar. Dan khamar itu adalah setiap zat yang memabukkan, sebagaimana akan dijelaskan dalam hadis:
“Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap khamar adalah haram.”(al-Iḥkam Syarḥ Usul al-Aḥkam, 4 : 334)
يُحَرَّمُ تَعَاطِى الْمُخَدِّرَاتِ عَلَى اخْتِلَافِهَا، كَيْفَمَا كَانَ تَعَاطِيهَا، لِمَا فِيهَا مِنَ الإِّضْرَارِ بِالْعَقْلِ وَالْجِسْمِ، وَلِمَا تَسْتَلْزِمُهُ مِنَ اْلأَمْرَاضِ وَالنَّتَائِجِ الضَّارَّةِ الْمُخْتَلِفَةِ، الَّتِى لَمْ تَعُدْ خَافِيَةً عَلَى أَحَدٍ، فَهِيَ دَاخِلَةٌ ـ مِنْ حَيْثُ التَّحْرِيْمِ ـ فِي حُكْمِ الْمُسْكِرَاتِ الَّتِى مَرَّ ذِكْرُهَا. (الْفِقْهِ الْمَنْهَجِي عَلَى مَذْهَبِ الإِمَامِ الشَّافِعِي: ج٣, ص ٨٤)
“Dilarang mengonsumsi narkoba jenis apa pun, terlepas dari cara penggunaannya, karena dapat membahayakan jiwa dan raga, serta dapat menimbulkan berbagai penyakit dan akibat buruk yang tidak lagi dapat disembunyikan dari siapapun. Dalam hal keharaman, hal ini termasuk dalam hukum zat memabukkan yang telah disebutkan sebelumnya”. (al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syafi’i, 3: 84 )
2. Apakah bentuk cair atau padat mempengaruhi status keharaman li dzatihi dan bagaimana perbedaanya ?
Tidak mempengaruhi status haram li dzatihi meskipun berbentuk zat cair atau padat.
٣- لِأَنَّ الْمَعْنَى الْمُسَبِّبَ لِتَحْرِيْمِ الْخَمْرِ، إِنَّمَا هُوَ وَصْفٌ بِالإِسْكَارِ فِيْهَا، بِإِجْمَاعِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَوَجَبَ أَنْ يَشْتَرِكَ مَعَهَا فِى التَّحْرِيْمِ كُلُّ الأَشْرِبَةِ اْلمُسْكِرَةِ، أَيًّا كَانَ أَصْلُهَا دُوْنَ أَيِّ تَفْرِيقٍ.
.(الْفِقْهِ الْمَنْهَجِى عَلَى مَذْهَبِ الإِمَامِ الشَّافِعِى: ج٣, ص ٧٦)
“Sebab Illat (alasan hukum) pengharaman khamr adalah adanya sifat memabukkan, sebagaimana telah disepakati oleh seluruh ulama Muslim. Karena sifat memabukkan inilah khamr diharamkan, maka wajib pula memasukkan seluruh minuman memabukkan ke dalam hukum yang sama tak peduli apapun bentuk atau namanya selama ia memabukkan”. (al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syafi’i, 3: 76 )
Berpengaruh karena sedikit darinya dan dari setiap zat memabukkan selain khamr dan sejenisnya, maka mengkonsumsinya tidak haram.
وَصَرَّحَ اِبْنُ حَجَرٍ الْمَكِّيُّ بِتَحْرِيْمِ جَوْزَةِ الطِّيْبِ بِإِجْمَاعِ اْلاَئِمَّةِ اْلاَرْبَعَةِ. اهـ وَلَعَلَّ حِكَايَةَ اْلإِجْمَاعِ مَحْمُوْلَةٌ عَلَى حَالَةِ السُّكْرِ، أَمَّا الْقَلِيْلُ مِنْهَا وَمِنْ كُلِّ مُسْكِرٍ مَا عَدَا الْخَمْرَ وَنَحْوِهِ، فِى تَعَاطِيْهِ لَا يُحَرَّمُ عِنْدَ اْلاِمَامِ، وَالثَّانِى إِذَا لَمْ يُسْكِرْ. (حاشية الطحطاوى: ج ٤، ص ٦٦٥).
“Ibnu Hajar al-Makki menegaskan keharaman jauzah al-thīb dengan kesepakatan para imam mazhab yang empat. Adapun kisah tentang adanya ijma‘ ini tampaknya dimaksudkan dalam keadaan yang menimbulkan mabuk. Adapun sedikit darinya dan dari setiap zat memabukkan selain khamr dan sejenisnya, maka mengkonsumsinya tidak haram menurut pendapat Imam asy-Syafi‘i dalam salah satu qaulnya, selama tidak menimbulkan mabuk..” (Hasyiah al-Thahthawi, 1:665).
TABEL PERBANDINGAN ANTARA ZAT CAIR DAN ZAT PADAT
Penulis : Miratul kamilah
Contact Person : 085850608549
e-Mail : miratulkamila@gmail.com
Perumus : Alfandi Jaelani, MT.
Mushohih : Alfandi Jaelani, MT.
Penyunting : M. Irvan Masfani
Daftar Pustaka
Ibn Qasim, ‘Abd al-Rahman bin Muhammad (W. 1392 H / 1972 M), Al-Ihkam Syarh Ushul al-Ahkam: Dar Ibn Qosim, Riyadl, 1406 H, Cetakan kedua, Sebanyak 4 jilid.
Dr. Musthofa al-Khin (W. 1439 H), Dr. Musthofa al-Bugho, Ali al-Syarbaji, Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syafi‘i, Dar al-Qalam , Damaskus, cet. Keempat, 1992 M, Sebanyak 8 juz.
Ahmad bin Muhammad bin Isma‘il al-Thahthawi al-Hanafi (W. 1231 H), Hasyiyah ath-Thahthawi ‘ala Maraqi al-Falah Syarh Nur al-Idhah: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, Lebanon, Cetakan pertama, (1418 H / 1997 M)
==============================
===============================
===============================
===============================
================================


%20Miratul%20kamilah.png)
%20Miratul%20kamilah%20(2).png)
%20Miratul%20kamilah%20(7).png)
%20Miratul%20kamilah%20(6).png)
Posting Komentar untuk "Status Haram Li Dzatihi : Studi Perbandingan Antara Khamr Dan Zat Padat Seperti Ganja Dan Kecubung"